Kabupaten Bandung Targetkan Agustus Nanti Tervaksin 1,6 Juta Penduduk

SOREANG – Berdasarkan estimasi dari pemerintah pusat, dalam bulan Juli dan Agustus 2021, vaksin Covid-19 dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bandung, harus selesai diberikan kepada 1.679.252 penduduk.

Dari estimasi tersebut, untuk bulan Juli diperlukan penyelesaian vaksin sebanyak 24.525 kali per hari, sedangkan bulan Agustus diperlukan penyelesaian sebanyak 28.895 vaksin per harinya. Sementara Pemkab Bandung saat ini, baru bisa melaksanakan rata-rata sebanyak 3.867 vaksin per hari.

“Menurut pusat, ternyata sampai bulan Agustus vaksinasi harus mencapai sekitar 1,6 juta penduduk. Sehingga bulan Juli dan Agustus ini, kita maraton vaksinasi, Insyaa Allah akan kita optimalkan,” ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna di Soreang, Kamis (8/7).

Gebyar vaksinasi yang dilakukan di sejumlah wilayah, tutur bupati, tentu sangat membantu upaya percepatan yang tengah dilakukan Pemkab Bandung.

Ia pun mengatakan, perekrutan relawan tenaga kesehatan (nakes) akan dilakukan dalam minggu ini. Sehingga pada Senin mendatang, pelaksanaan vaksinasi dapat terus berjalan.

“Di sini perlu kerjasama, karena kita tidak tahu sampai kapan covid ini akan berakhir. Insyaa Allah, minggu ini kita sudah bisa merekrut tenaga kesehatan sehingga hari Senin kita bisa running (vaksinasi) lagi. Kepada masyarakat, saya imbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui vaksinasi,” jelasnya.

Pelaksanaan PPKM Darurat, menurutnya sangat terasa berpengaruh. Terutama dalam penurunan kasus dan angka kesembuhan pasien.

Dalam tiga hari terakhir, kesembuhan pasien covid-19 menunjukkan angka yang fluktuatif. Di mana pada tanggal 6 Juli mencapai 199 orang, tanggal 7 mencapai 441 orang, dan hari ini angka kesembuhan mencapai 188 orang.

“Saat mulai PPKM Darurat, jumlah RT zona merah di kita mencapai 31 RT. Sekarang sudah menurun jumlahnya di bawah 20. Artinya tiap hari itu ada perubahan, dan tingkat kesembuhannya meningkat. Pelaksanaan PPKM Darurat ini, imbasnya sangat terasa terhadap penurunan kasus,” imbuh Kang DS sapaan akrab bupati.

Kondisi di lapangan selama penerapan PPKM Darurat, terang Kang DS, memang variatif. Ada masyarakat yang menerima, ada pula yang tidak. Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat menjalaninya dengan sabar.

“Waktu tinggal 12 hari lagi. Mohon bersabar sebentar, karena ini demi keberlangsungan ke depan supaya kita bisa kembali ke kehidupan yang normal, setelah itu kita lakukan recovery dalam pemulihan ekonomi. Tetap tenang dan jangan panik menghadapi pandemi. Rajin cuci tangan dan terapkan gaya hidup sehat, Insyaa Allah aman,” pungkas Kang DS. (yul)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan