NGAMPRAH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih menetapkan status siaga untuk sejumlah wilayah di Bandung Barat menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, saat ini wilayah Bandung Barat masih dalam status siaga cuaca ekstrem hingga akhir bulan nanti.
“Sampai akhir bulan Mei ini kita masih menetapkan status siaga potensi cuaca ekstrem untuk wilayah Bandung Barat. Jadi belum beralih ke penanganan musim kemarau,” kata Duddy saat dihubungi, Jumat (21/5).
Baca Juga:Sebanyak 10.000 UMKM Jabar Siap Ekspor Hingga 2023Pembelajaran Tatap Muka di Bandung Direncanakan Juli, Taruna Bakti Lengkapi Persyaratan
Pihaknya juga mengakui jika beberapa wilayah di Bandung Barat memang masuk pada kategori waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.
Beberapa daerah tersebut di antaranya Lembang, Parongpong, Cisarua, Padalarang, Ngamprah, Batujajar, Cihampelas, Rongga, Gununghalu, Sindangkerta, serta daerah Waduk Saguling.
“Hampir merata sebaran potensi bencananya, ada juga potensi angin puting beliung. Biasanya di lokasi yang relatif datar seperti Padalarang dan sekitarnya kemudian Batujajar yang berada di daerah tepian Saguling,” terangnya.
Pihaknya meminta masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem di KBB beberapa hari ke depan.
“Intinya kita minta masyarakat untuk waspada, dan kalau bisa mengakses juga perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG karena itu sangat membantu memitigasi potensi cuaca ekstrem dan penanganannya,” tandasnya.
Hal tersebut juga didukung oleh peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung terkait potensi cuaca ekstrem yang bakal terjadi beberapa hari ke depan di wilayah Bandung Raya.
“Beberapa wilayah di Bandung Barat dan Cimahi berpotensi banjir dan banjir bandang dengan status waspada berlaku sejak hari ini Jumat 21 Mei 2021,” ungkap Kepala BMKG Kelas I Bandung Teguh Rahayu.
Baca Juga:Mau Diskon Tambah Daya? Begini Syaratnya Kata PLN UP3 CimahiTak Mau Kecolongan Data Kasus Covid, DPRD Jabar IKut Pantau
Sementara soal peralihan musim dan musim hujan ke musim kemarau, pihaknya menyebut saat ini sebagian wilayah di Indonesia sudah mengalami peralihan musim.
“Angin timuran yang dominan menjadi indikator utama bahwa wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau. Diprakirakan dalam sepekan ke depan angin timuran masih akan sangat dominan akibat dari monsun Australia yang juga masih signifikan hingga sepekan kedepan,” jelasnya. (mg6)
