JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor resmi mengaktifkan layanan di 50 titik bus stop atau halte Biskita Transpakuan pada empat koridor, yakni K1 (Terminal Bubulak-Cidangiang), K2 (Ciawi-Terminal Bubulak), K5 (Stasiun Bogor-Terminal Ciparigi), dan K6 (Stasiun Bogor-Parung Banteng).
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan, pengaktifan titik bus stop atau halte itu dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat serta aspirari dari perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Ia menyebut, masih terdapat beberapa titik perjalanan atau rute Biskita Transpakuan yang belum sepenuhnya lengkap dengan titik bus stop atau halte pada rute empat koridor Biskita Transpakuan tersebut.
Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari
“Penambahan halte ini didasari atas permintaan warga masyarakat dan juga aspirasi dari dewan. Karena ada beberapa titik perjalanan yang memang belum terakomodir,” ujar Dody saat dikonfirmasi pada Minggu (17/5/2026).
Dody juga menyebut, aktivasi kali ini pun turut dilakukan berdasarkan dari hasil evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh terhadap titik bus stop atau halte eksisting.
Sebab, sejumlah bus stop atau halte dinilai belum ideal karena tidak dibuat berpasangan di kedua sisi jalan.
Akibatnya, penumpang yang naik di satu titik harus turun di titik lain yang cukup jauh dari lokasi awal keberangkatan.
“Harusnya bus stop itu berpasang-pasangan, kiri dan kanan jalan. Jadi misalnya masyarakat yang naik di titik A, saat pulang atau berjalan ke arah sebaliknya itu bisa turun di titik A lagi di halte seberangnya,” ucapnya.
Menurut Dody, kondisi halte yang belum tersedia di kedua sisi jalan membuat pelayanan Biskita Transpakuan di sejumlah titik belum maksimal. Sebab, penumpang harus turun di titik lain yang jaraknya cukup jauh dari lokasi awal keberangkatan.
Padahal, kata dia, layanan Transpakuan menggunakan skema buy the service yang dibiayai Pemerintah Kota Bogor melalui APBD sehingga seluruh masyarakat berhak menikmati layanan transportasi tersebut secara merata.
Baca Juga:Sekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking AgustusPanen Raya di Tasikmalaya Hasilkan 171 Ton Jagung untuk Ketahanan Pangan
“Ini menjadi hak setiap warga masyarakat untuk dapat menikmati layanan bus Transpakuan. Tapi karena masih kurangnya titik bus stop atau halte yang tersedia di dua arah atau di sisi kanan dan kiri jalan, ada beberapa koridor yang belum terlayani secara maksimal,” katanya.
