JABAR EKSPRES – Libur panjang akhir pekan membawa berkah tersendiri bagi para pengelola toilet umum di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor.
Di Rest Area Cibogy, Novita tampak sibuk melayani pengunjung yang silih berganti datang sejak pagi.
Perempuan yang mengelola toilet umum tersebut mengaku akhir pekan menjadi momen paling ramai dibanding hari biasa.
Baca Juga:Sekolah Rakyat di Tasikmalaya Ditarget Groundbreaking AgustusPanen Raya di Tasikmalaya Hasilkan 171 Ton Jagung untuk Ketahanan Pangan
Toilet yang baru beroperasi kurang dari satu tahun itu memiliki 10 bilik dan buka selama 24 jam. Saat akhir pekan maupun libur panjang, pendapatannya bisa meningkat drastis.
“Kalau lagi ramai bisa sampai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta sehari. Biasanya paling tinggi hari Minggu,” kata Novita saat ditemui Jabar Ekspres, Minggu (17/5/2026).
Namun, pada libur panjang kali ini pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercapai.
Novita menyebut penghasilannya masih berada di kisaran Rp900 ribu per hari.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas sistem one way cukup memengaruhi jumlah pengguna toilet karena adanya pembatasan arus kendaraan di Jalur Puncak.
Meski demikian, jumlah pengunjung tetap jauh lebih tinggi dibanding hari biasa yang rata-rata hanya menghasilkan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.
Sebagian besar pengguna toilet, kata Novita, berasal dari rombongan bus wisata.
Baca Juga:51 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor, Polisi Berlakukan Normal Dua ArahKopi Bunar Mulai Dilirik Pasar Global, Pemkab Tasikmalaya Akan Bantu Pengembangan
Hal serupa dirasakan Sofyan, pengelola toilet umum di Rest Area Cilember.
Ia mengaku pendapatannya meningkat sekitar 50 persen selama musim liburan dibandingkan hari normal.
“Kalau hari biasa di bawah Rp100 ribu, sekarang lumayan lebih ramai,” kata Sofyan.
Toilet milik Sofyan memiliki enam bilik dengan sistem pembayaran sukarela dari pengunjung.
Meski tidak mematok tarif tertentu, ia mengaku tetap bisa memperoleh lebih dari Rp100 ribu per hari saat akhir pekan.
“Yang ramai biasanya sore, terutama Sabtu dan Minggu. Kami memang mengandalkan pemasukan dari musim liburan,” ujarnya.
Sofyan yang telah mengelola toilet tersebut selama dua tahun juga menyebut jumlah pengunjung pada tahun ini mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
