JABAR EKSPRES – Komunitas motor gede Bloodlines Familia MC (BLF) resmi memasuki babak baru dalam pengelolaan komunitas modern. Tidak lagi mengandalkan sistem manual dan grup percakapan yang tersebar, BLF kini meluncurkan platform digital terintegrasi sekaligus meresmikan badan hukum PT Inti Keluarga Nusantara dalam acara yang digelar di Hara Cafe and Resto, Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).
Langkah tersebut menjadi penanda transformasi besar komunitas moge itu menuju tata kelola yang lebih profesional, modern, dan berbasis teknologi. Platform digital yang diperkenalkan tidak hanya difungsikan sebagai pusat administrasi anggota, tetapi juga menjadi media komunikasi resmi, pengelolaan kegiatan, hingga sistem keuangan komunitas.
Acara peluncuran dihadiri jajaran pengurus Bloodlines Familia MC, anggota dari berbagai daerah, hingga tim pengembang platform dari PT Temika Cyber. Kehadiran para anggota dari lintas kota menunjukkan antusiasme besar terhadap arah baru komunitas tersebut.
Baca Juga:Marriage Is Scary? Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Realita Rumah Tangga yang Dekat dengan KehidupanTerbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan
Ketua Bloodlines Familia MC, Pramu Widagdo Surachman, mengatakan perkembangan komunitas yang semakin besar membuat digitalisasi menjadi kebutuhan yang tak bisa lagi ditunda. Selama ini, kata dia, koordinasi komunitas masih dilakukan secara terpisah melalui berbagai platform komunikasi yang dinilai kurang efektif.
“Selama ini kami mengelola keanggotaan, kegiatan, dan komunikasi secara manual atau melalui grup chat yang terpencar-pencar. Kami merasa sudah waktunya BLF punya ekosistem digital yang terpusat—satu platform yang benar-benar mencerminkan identitas dan nilai komunitas kami,” ujar Pramu.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren perkembangan teknologi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga eksistensi komunitas di tengah perubahan zaman.
“Komunitas yang tidak bertransformasi secara digital akan semakin sulit mempertahankan relevansinya, terutama di mata generasi anggota yang lebih muda,” katanya.
Dalam platform tersebut, BLF menghadirkan berbagai fitur utama seperti digital card membership, manajemen event, sistem pembayaran dan pengelolaan keuangan komunitas, hingga media digital resmi berupa berita dan artikel komunitas.
Pramu mengakui, selama ini terdapat sejumlah persoalan yang kerap muncul akibat belum adanya sistem pengelolaan yang terintegrasi. Mulai dari data anggota yang tidak terpusat hingga koordinasi kegiatan antarwilayah yang sering mengalami hambatan.
