oleh

Bappeda Minta Masalah Pengangguran di Jawa Barat Dijadikan Bahan Penelitian

BANDUNG – Dalam Forum Pembangunan Daerah 2019 yang di gelar di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) Jawa Barat (Jabar) terungkap bahwa indeks pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan di Jawa Barat belum memperoleh hasil maksimal jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Forum diskusi yang bertema ‘Pembangunan Ekonomi Inklusif untuk Penurunan Kemiskinan yang Berkelanjutan di Jawa Barat’, merilis data bahwa indek pemerataan pendapatan di Jawa Barat hanya sebesar 6,13.

Baca Juga:  Gubernur Serahkan Kadeudeuh untuk Atlet Jabar Peraih Medali Olimpiade

Diskusi yang bekerja sama dengan SMERU Research Institute ini menyebutkan bahwa indeks pertumbuhan ekonomi di Jabar baru mencapai 5,78 atau berada di urutan kelima dari 34 provinsi di Indonesia.

Bahkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Jawa Barat menempati posisi pertama sebagai provinsi yang paling banyak memiliki pengangguran. Bahkan, lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran terbanyak di Jawa Barat juga nasional.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan bakal mengembangkan sistem vokasi yang berbeda untuk keberadaan SMK di Jabar. Ridwan Kamil menilai sistem saat ini tidak bisa mengimbangi permintaan pasar.

Baca Juga:  Jabar Intens Bersihkan Data Kasus Lama Penanganan Covid-19

“Salah satu yang mengemuka dan ingin segera Bappeda dan Disdik (Dinas Pendidikan) rapatkan (adalah) soal SMK. Sumber pengangguran terbesar dari SMK. Ekonomi ke kanan, SMK masih di kiri,” ujar Ridwan Kamil yang juga menghadiri Forum tersebut.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga