Kebakaran di Cimahi Capai 20 Kasus Selama Januari-Juni 2026, Ini Penyebab Terbesarnya

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi saat Bertugas Melakukan Pemadaman (Doc: Damkar Cimahi)
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi saat Bertugas Melakukan Pemadaman (Doc: Damkar Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi mencatat sebanyak 20 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga 30 Juni 2026. Dari seluruh peristiwa tersebut, rumah tinggal menjadi objek yang paling banyak mengalami kebakaran dibandingkan gudang maupun lahan kosong.

Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran di Kota Cimahi diperkirakan meningkat seiring kondisi cuaca yang semakin panas dan kering. Situasi tersebut mendorong Damkar Kota Cimahi meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kejadian kebakaran di berbagai wilayah.

Untuk menghadapi potensi tersebut, seluruh personel beserta armada pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam penuh agar mampu memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.

Baca Juga:PKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi SorotanDPRD Dorong Pemkab Tasikmalaya Bentuk Dinas Kominfo Mandiri, Dinilai Krusial Hadapi Era Digital

Selain mengoptimalkan pelayanan dari Markas Komando di wilayah Cimahi Selatan, Damkar Kota Cimahi juga mengoperasikan pos siaga di Kecamatan Cimahi Tengah dan Cimahi Utara. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat waktu tempuh petugas menuju lokasi kebakaran sehingga proses penanganan dapat dilakukan lebih efektif.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi selama semester pertama tahun ini dipicu oleh faktor kelalaian masyarakat serta gangguan pada instalasi listrik.

“Selama semester pertama tahun ini kami menangani 20 kejadian kebakaran, dengan objek yang paling banyak terbakar adalah rumah tinggal, selain gudang dan lahan,” ujar Aep, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, memasuki musim kemarau, tren kebakaran lahan juga mulai menunjukkan peningkatan. Kebakaran tersebut umumnya dipicu aktivitas pembakaran sampah maupun limbah industri rumahan yang ditinggalkan tanpa pengawasan, sehingga api dengan mudah merambat ke area lain akibat embusan angin.

“Beberapa kebakaran lahan terjadi karena masyarakat membakar sampah lalu ditinggalkan sehingga api merembet ke lokasi lain,” ucapnya.

Karena itu, Damkar Kota Cimahi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika cuaca sedang panas dan berangin. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kebakaran selama musim kemarau.

“Warga segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian kebakaran. Pelaporan yang cepat akan mempermudah petugas melakukan penanganan sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan,” katanya menutup. (Mong)

0 Komentar