Bappeda Minta Masalah Pengangguran di Jawa Barat Dijadikan Bahan Penelitian

Bappeda Minta Masalah Pengangguran di Jawa Barat Dijadikan Bahan Penelitian
Gubernur Ridwan Kamil menghadiri Forum Pembangunan Daerah 2019 dengan tema 'Pembangunan Ekonomi Inklusif untuk Penurunan Kemiskinan yang Berkelanjutan di Jawa Barat', di Kantor Bappeda Jabar, Kota Bandung, Selasa (30/7)
0 Komentar

“Di Jabar, ini jadi pertanyaan besar. Jabar berbasis manufaktur, tapi lulusan SMK tidak terserap dengan baik. Artinya ada yang tidak match antara kebutuhan industri dengan suplai lulusan SMK,” kata Amalia.

Padaham, lanjut Amalia, tenaga kerja atau labor adalah aset industri. “Karena labor itu aset industri untuk berkembang dan tumbuh lebih maju, itu salah satu faktor produksi dalam ilmu ekonomi,” ujarnya mengingatkan.

Forum Pembangunan Daerah (FPD) 2019 sendiri menjadi ajang evaluasi para kepala daerah di Jabar untuk merumuskan kembali strategi, kebijakan, program, dan kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi inklusif, termasuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran.

Baca Juga:Dirut PD Pasar Mangkir dari Panggilan Kejarie-Paper Jabar Ekspres Edisi 2 Agustus 2019

Berikutnya, Bappeda Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti hasil FPD dengan menyusun strategi untuk dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan juga monitoring dan evaluasi dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif. (*)

0 Komentar