JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik, usai adanya isu praktik jual beli jabatan di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Isu itu mencuat di media sosial lantaran adanya rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di tubuh Kemenkeu.
Menyikapi hal itu, Menkeu menepis adanya jual-beli jabatan di lingkungan Kemenkeu.
Baca Juga:Kopdes Merah Putih Diklaim Efisiensi Anggaran Subsidi hingga Rp150 T per Tahun, Benarkah? Kebutuhan Air Bersih di Musim Kemarau Kian Tinggi, Tagana Salurkan Puluhan Ribu Liter untuk Warga
Menkeu Purbaya bantah isu jual beli jabatan di Kemenkeu. Hal itu disampaikan Purbaya dalam kegiatan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis.
“Terkait mutasi ini, ada isu di TikTok yang menyebutkan Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp100 miliar untuk posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar. Tapi, itu rumor saja. Ini benar-benar professional-based,” ujarnya, dikutip Jumat (11/9/2026).
Menkeu menjelaskan pengisian jabatan Kemenkeu bukan hanya keputusannya sendiri. Prosesnya melibatkan rekomendasi Sekretaris Jenderal Kemenkeu serta pejabat eselon yang membawahi pegawai terkait.
Rekomendasi itu bertujuan untuk mengetahui kepantasan pegawai menduduki jabatan yang akan diemban.
Ia pun menggarisbawahi jabatan di Kemenkeu harus dijalankan dengan mengedepankan integritas. Pasalnya, instansi ini bertanggung jawab besar atas pengelolaan keuangan negara, baik penerimaan, belanja, pembiayaan, hingga berbagai instrumen keuangan lainnya yang memengaruhi masyarakat dan dunia usaha.
“Oleh karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Jabatan adalah amanah, bukan privilese. Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab dan pengawasannya,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, dia juga meminta pegawai Kemenkeu untuk bekerja secara profesional dan berorientasi hasil. Purbaya berencana membentuk tim khusus untuk memantau perkembangan berbagai kebijakan yang diarahkan oleh Menkeu, guna memastikan seluruh kebijakan berjalan.
Baca Juga:220 Tukang Becak Lansia Tasikmalaya Dapat ‘Kendaraan Baru’ dari PresidenESDM Klaim B50 Aman untuk Kendaraan Bermotor, Benarkah?
Para pegawai Kemenkeu, khususnya yang menduduki posisi tinggi, juga diminta untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat serta menjaga sense of urgency.
Mengingat perubahan dunia berlangsung dengan pesat, kata Purbaya, Kemenkeu juga harus bergerak cepat. “Cepat bukan berarti ceroboh, tapi tetap hati-hati, profesional dan akuntabel,” tuturnya.
Adapun dalam agenda tersebut, Purbaya merombak sekitar 50 pegawai eselon II serta 350 pegawai eselon III Kemenkeu.
