Kopdes Merah Putih Diklaim Efisiensi Anggaran Subsidi hingga Rp150 T per Tahun, Benarkah? 

Kopdes Merah Putih Diklaim Efisiensi Anggaran Subsidi hingga Rp150 T per Tahun, Benarkah? 
Pramuniaga menata beras yang dijual di gerai sembako Koperasi Merah Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2026). Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, diklaim dapat menghemat anggaran subsidi hingga Rp150 triliun setiap tahunnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, penghematan anggaran itu akan terealisasi dengan memanfaatkan Kopdes Merah Putih, sebagai kanal distribusi barang subsidi pemerintah di tingkat desa.

Baca Juga:Kebutuhan Air Bersih di Musim Kemarau Kian Tinggi, Tagana Salurkan Puluhan Ribu Liter untuk Warga220 Tukang Becak Lansia Tasikmalaya Dapat ‘Kendaraan Baru’ dari Presiden

“Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar Rp150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya,” ujarnya, mengutip ANTARA, Kamis (10/9/2026).

Saat ini, kata dia, pemerintah bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah menyiapkan sistem daring yang didasarkan pada data tunggal guna menentukan masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Sistem tersebut nantinya terintegrasi dengan jaringan Kopdes Merah Putih, sehingga penyaluran subsidi dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

“Jadi kita sedang membuat tim, antara saya, tim saya, tim Pak Purbaya dan tim Menteri Koperasi membangun nanti online system, yang berdasarkan kepada basis siapa yang berhak untuk menerima subsidi,” ujarnya.

Dony menjelaskan Kopdes Merah Putih akan berfungsi sebagai kanal distribusi pemerintah. Dengan cakupan hingga tingkat desa, keberadaan Kopdes Merah Putih dinilai dapat membantu pemerintah mengontrol distribusi berbagai barang subsidi.

“Teman-teman juga mesti memahami fungsi daripada Kopdes ini sehingga nanti tidak jadi bias kepada masalah. Kopdes ini menjadi channel distribution. Jadi di manapun lokasinya, karena coverage-nya adalah desa,” katanya.

Dia mencontohkan ketika terjadi kenaikan harga bahan pokok seperti beras, pemerintah dapat memanfaatkan jaringan Kopdes Merah Putih, untuk mendistribusikan komoditas tersebut dengan harga yang ditetapkan sehingga membantu menekan inflasi.

Baca Juga:ESDM Klaim B50 Aman untuk Kendaraan Bermotor, Benarkah?Restrukturisasi Utang Whoosh Berikan Untung Rp800 M per Tahun, Benarkah?

“Misalkan harga beras naik. Kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes harga sekian. Inflasi bisa kita tekan, terutama bahan pokoknya,” ujar Dony.

Di samping itu, Kopdes Merah Putih juga memiliki fungsi untuk memperluas akses layanan keuangan masyarakat desa.

Kopdes Merah Putih nantinya dapat menjadi agen layanan perbankan sehingga masyarakat desa yang belum memiliki akses perbankan dapat melakukan transaksi seperti penarikan dan penyetoran uang.

0 Komentar