Dugaan Nepotisme Melilit Kursi Dirut Perumda Tirtawening Kota Bandung

Penetapan Rizky Mediantoro sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung memicu pertanyakan
Penetapan Rizky Mediantoro sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung memicu pertanyakan besar. 
0 Komentar

BANDUNG — Penetapan Rizky Mediantoro sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung memicu pertanyakan besar.

Keputusan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melantik mantan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kota Bandung tersebut memicu perdebatan terkait etika penataan pejabat di lingkungan BUMD.

Transparansi Seleksi Dipertanyakan Aktivis

Aktivis antikorupsi Jawa Barat, Agus Satria membeberkan indikasi kuat keterikatan politik antara kandidat terpilih dan Wali Kota Bandung.

Baca Juga:DPP GMHI Desak Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Rp39 Miliar Perumdam Tirta Darma AyuAliansi Aktivis Jawa Barat Desak DPP PAN Copot Ketua Fraksi DPRD KBB Dona Ahmad Muharram

Pada Mei 2024, Rizky Mediantoro yang memegang jabatan Ketua Bappilu NasDem Kota Bandung mengumumkan Muhammad Farhan bersama Rendiana Awangga sebagai nama yang diusulkan ke tingkat pusat dalam kontestasi Pilkada Kota Bandung.

“Ini yang harus dibuka. Wali Kota sekarang mengangkat orang yang sebelumnya berada dalam barisan politik yang ikut dalam proses pemenangannya. Kesan konflik kepentingannya sangat kuat,” kata Agus Satria.

Agus mendesak Pemerintah Kota Bandung membuka dokumen penilaian dan parameter indikator seleksi lima nama kandidat yang melaju hingga tahap akhir, yakni Arsylia Yustisia, Hendro Sugiarto, Deddy Gamawan, Rizky Mediantoro, dan Yoga Sutresna.

‘’Langkah ini untuk menepis asumsi pembagian jabatan pasca-Pilkada,’’ ujar Agus.

Agus menilai, secara administratif mungkin dikatakan sudah bukan pengurus partai. Tetapi persoalan tata kelola pemerintahan bukan hanya soal lolos administrasi.

‘’Ada persoalan etika, transparansi dan potensi konflik kepentingan yang juga harus dijawab,” kata Agus Satria.

Ia menambahkan, Perumda Tirtawening memikul mandat berat mengurus kebutuhan air bersih warga Kota Bandung, mulai dari masalah penyediaan air baku, perbaikan kebocoran jaringan, hingga penataan keuangan.

Baca Juga:Richeese Dijadikan Makanan Favorit Istana Kepresiden untuk Suvenir yang Dibagikan ke MasyarakatPemkab Bandung Barat Didesak Alokasikan APBD 3 Persen Demi Atasi Krisis Sampah

Pihaknya akan membongkar proses selesi Dirut Perumda Tirtawening. Jika mendapat Rizky Mediantoro tidak mendapatkan nilai paling tinggi, lantas indikatornya apa?

‘’Ini kan jadi pertanyaan siapa yang memberikan penilaian dan bagaimana prosesnya. Jangan hanya berhenti pada pernyataan bahwa yang bersangkutan mendapat ranking pertama,” kata Agus Satria.

Gelombang Penolakan dan Isu Keabsahan Sertifikat

Proses pengisian jabatan puncak penyedia air minum daerah ini menyisakan persoalan sejak pertengahan Agustus 2026. Kala itu, spanduk tuntutan pembatalan seleksi membentang di sejumlah titik strategis Kota Bandung atas dugaan pengondisian.

0 Komentar