JABAR EKSPRES – Semangat menghadirkan ruang publik yang inklusif terus bergerak di Kota Bekasi. Melalui kegiatan “Move for Inclusion: Langkah Bersama untuk Cerebral Palsy”, Keluarga Cerebral Palsy Betacici bersama sejumlah pihak untuk kedua kalinya menghadirkan keluarga penyandang Cerebral Palsy (CP) dalam kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Bekasi.
Gerakan tersebut didorong oleh Billy Martasandy, S.Psi., M.Si., CHt., Ph.D, selaku Director PT Martasandy Psychology Indonesia, bersama Dian Rahmawati, S.Psi., CH., CHt, selaku VP Growth and Partnership PT Martasandy Psychology Indonesia.
Keduanya mendorong agar isu inklusi tidak berhenti pada kepedulian maupun kampanye, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dengan menghadirkan penyandang Cerebral Palsy dan keluarganya secara langsung di tengah ruang publik.
Baca Juga:Kenal di Rinjani, Lanjut Naik Kerinci, Pasangan Ini Akhirnya MenikahPolres Tasikmalaya Buka Pendaftaran Binlat Khusus Santri, Ada Syarat Hafal 3 Juz Al-Qur’an
Billy Martasandy mengatakan, keberadaan keluarga Cerebral Palsy di ruang publik merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih memahami keberagaman dan kebutuhan penyandang disabilitas.
“Dari peduli menjadi aksi. Dari ruang publik, kita membangun pemahaman. Dari pertemuan, kita tumbuhkan empati. Dan dari kolaborasi, kita menciptakan ruang yang lebih inklusif,” ujar Billy.
Menurut Billy, ruang publik seharusnya dapat diakses dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dengan Cerebral Palsy beserta keluarganya.
Karena itu, kegiatan Move for Inclusion tidak sekadar menjadi agenda berkumpul atau aktivitas di Car Free Day. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara keluarga Cerebral Palsy dengan masyarakat luas.
“Inklusi bukan hanya tentang memberikan ruang kepada penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan mereka benar-benar merasa menjadi bagian dari ruang tersebut. Ketika keluarga Cerebral Palsy hadir, berinteraksi dan beraktivitas bersama masyarakat, di situlah proses membangun pemahaman dan empati berlangsung,” kata Billy.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring antarkeluarga Cerebral Palsy, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai Cerebral Palsy, sekaligus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berinteraksi secara setara.
Kehadiran mereka di ruang publik membawa pesan bahwa anak dengan Cerebral Palsy dan keluarganya memiliki hak yang sama untuk hadir, beraktivitas, berinteraksi, serta menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
