Peristiwa itulah yang kemudian membuat kasus tersebut terungkap. Setelah kejadian, korban pertama akhirnya memberanikan diri menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarga.
“Kemudian korban pertama berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga. Dari situ, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kami,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan E.
Baca Juga:Bukan Sekadar Seremonial, KNPI Cianjur Pastikan Program Kepemudaan Tepat Sasaran dan TerukurKebakaran TPA Cioray Mangunreja, Api Masih Dalam Proses Pemadaman
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Barang bukti yang kami amankan di antaranya selimut, bed cover dan pakaian yang digunakan korban,” ujar Heru.
Saat ini tersangka E telah ditahan di Mapolres Tasikmalaya. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk melengkapi proses penyidikan dan mengungkap secara menyeluruh dugaan perbuatan yang dilakukan tersangka.
Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua untuk tidak lengah dalam mengawasi anak. Heru menegaskan, potensi kekerasan terhadap anak tidak selalu datang dari orang asing, tetapi bisa saja berasal dari lingkungan terdekat.
Ia meminta orang tua memperhatikan perubahan perilaku anak dan membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman ketika menceritakan pengalaman yang membuat mereka tidak nyaman.
“Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak. Kalau ada kejadian atau perubahan perilaku pada anak, harus segera ditanyakan dan diberikan perhatian,” katanya.
Menurut Heru, anak juga perlu diberi ruang untuk berbicara tanpa rasa takut maupun malu.
Baca Juga:FitHub Kopo dan Surya Sumantri Ditutup, Pemilik Klaim Kerja Sama Diduga Franchise IlegalAliansi Anak Bangsa Tasikmalaya Serukan Persatuan dan Tolak Provokasi
“Anak harus diberikan ruang untuk bercerita. Jangan sampai anak merasa takut atau malu untuk menyampaikan apa yang dialaminya,” jelasnya. (Hendi)
