JABAR EKSPRES – Pembangunan Underpass Gatot Subroto (Gatsu) dan pemeliharaan Jembatan Pemkot Cimahi diperkirakan berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan.
Untuk mencegah penumpukan kendaraan selama pekerjaan berlangsung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi bersama Kepolisian dan TNI menyiapkan sejumlah jalur pengalihan, termasuk rute khusus bagi kendaraan besar.
Rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan karena penutupan area proyek akan memengaruhi salah satu jalur utama yang selama ini menjadi akses masyarakat dari berbagai arah.
Baca Juga:OJK Dorong Pengembangan UMKM Lewat Pendekatan Sistemik dan Penguatan PembiayaanMendag Dorong Industri Otomotif Nasional Perkuat Ekspor, Pasar GCC Jadi Bidikan
Kendaraan yang biasa melintas di kawasan Gatot Subroto nantinya akan diarahkan melalui sejumlah ruas alternatif menuju Baros, akses tol, hingga Leuwigajah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Endang mengatakan masyarakat diimbau memperhatikan rambu dan mengikuti arahan petugas, terutama saat melewati jalur alternatif yang telah ditentukan.
“Karena Jalan Gatot Subroto ini merupakan salah satu jalur utama di Kota Cimahi. Dan sehingga dengan ditutupnya bagian jalan sebelum dan sesudah rel Gatot Subroto, tentunya eh ini akan berdampak terhadap terjadinya kemacetan,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Rabu 12 Agustus 2026.
Oleh karena itu, Endang melanjutkan pihaknya sudah menyiapkan rencana rekayasa untuk mengalihkan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Untuk kendaraan besar seperti bus dan truk yang selama ini menggunakan Jalan Gatot Subroto dari arah utara menuju selatan, arus lalu lintas akan dialihkan ke arah timur.
“Jadi nanti baik yang dari arah barat maupun dari arah timur akan kita alihkan menuju arah timur melewati Jalan Nasional Amir Machmud,” katanya.
Selanjutnya, kendaraan besar dapat berbelok di Cimdi menuju Jalan Mahar Martanegara kemudian masuk tol. Alternatif lainnya, kendaraan dapat terus melaju untuk masuk ke Tol Pasir Koja Bandung.
Baca Juga:ABG Bawa Mobil Tabrak Motor dari Belakang di Singaparna, Balita 4 Tahun MeninggalPeluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis Pangan
“Tapi kalau dari arah selatan ke utara tetap normal melewati Baros, kemudian Underpass Sriwijaya, dan melintas ke utara,” bebernya.
Sementara itu, untuk kendaraan kecil, Dishub menyiapkan dua jalur alternatif. Rute pertama dapat ditempuh melalui Padasuka atau Jalan Padasuka Indah maupun Jalan Utsman Domiri.
Dari Jalan Padasuka Indah maupun Jalan Usman Domiri, kendaraan kemudian diarahkan menuju Flyover Padasuka, Jalan Contong, Jalan Sriwijaya, Jalan Urip, lalu belok kanan ke Jalan Embong Veerteer sebelum mencapai lokasi penutupan pembangunan underpass yang berada di depan Taman Kartini.
