Mendag Dorong Industri Otomotif Nasional Perkuat Ekspor, Pasar GCC Jadi Bidikan

industri otomotif
Ilustrasi pameran industri otomotif. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong industri otomotif nasional untuk memperkuat kinerja ekspor dengan memanfaatkan secara optimal berbagai perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia dengan negara-negara mitra.

Menurut Budi, kerja sama perdagangan menjadi salah satu instrumen penting bagi industri dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Budi dikutip dari ANTARA, Rabu (12/8).

Baca Juga:ABG Bawa Mobil Tabrak Motor dari Belakang di Singaparna, Balita 4 Tahun MeninggalPeluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis Pangan

Hal tersebut disampaikan Budi saat bertemu dengan perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/8). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan pelaku industri membahas perkembangan ekspor otomotif, potensi pasar baru, serta berbagai kendala yang masih dihadapi industri dalam meningkatkan penjualan ke luar negeri.

Budi menyebut kawasan Teluk menjadi salah satu pasar yang berpeluang diperkuat melalui kerja sama perdagangan. Pemerintah saat ini terus mengupayakan penyelesaian perjanjian perdagangan dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC).

“Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat,” kata Budi.

Dalam pertemuan tersebut, TMMIN turut menyampaikan sejumlah masukan mengenai pengembangan ekspor otomotif, termasuk peluang memperluas pasar ke kawasan Amerika Latin. Wilayah tersebut dinilai memiliki prospek yang cukup besar bagi produk otomotif Indonesia.

Meski demikian, akses ke sejumlah negara masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah Meksiko yang hingga kini belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Budi meminta pelaku industri untuk terlebih dahulu mengoptimalkan pasar yang sudah memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Salah satunya adalah Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang telah diimplementasikan.

0 Komentar