Peluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis Pangan

Peluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis Pangan
Ilustrasi pemerintah libatkan swasta dalam program strategi pangan. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah membuka peluang investasi yang lebih luas bagi kalangan dunia usaha melalui berbagai program strategis di sektor pangan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Baca Juga:OJK Tegaskan Keuangan Tetap Sehat, Defisit di Laporan 2025 Hanya Dampak Transisi AkuntansiRSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Raih Penghargaan Internasional, Layanan Stroke Akut Sabet Status Platinum Dunia

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan. Dunia usaha perlu menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan, hingga peningkatan nilai tambah sektor pangan dari hulu sampai hilir,” kata Zulhas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Makassar, Selasa (4/8).

Dalam forum tersebut, Zulhas menawarkan sejumlah proyek prioritas pemerintah yang dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan. Program tersebut meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP), serta Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“KDMP disiapkan sebagai simpul ekonomi desa yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Hingga saat ini, lebih dari 30.000 koperasi telah terbentuk di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP selesai pada Agustus 2026, sebelum mulai beroperasi secara bertahap pada September 2026.

Keberadaan KDMP diharapkan mampu memperkuat distribusi pangan, menyerap hasil pertanian dan perikanan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui pengembangan usaha berbasis koperasi.

Di sektor kelautan, pemerintah juga mengembangkan Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP) yang membuka peluang investasi pada pembangunan cold storage, sistem logistik, industri pengolahan hasil laut, hingga jaringan pemasaran produk perikanan.

Baca Juga:Eks TPA Cinangsi Tasikmalaya Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api hingga Pagi HariInvestor Global Apresiasi Reformasi Pasar Modal Indonesia, OJK Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas

Program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperkuat posisi tawar nelayan.

Sebagai bagian dari target nasional, pemerintah menyiapkan pembangunan 1.386 KNMP pada 2026. Sebanyak 65 kawasan tahap pertama telah rampung pada April 2026 dan tersebar di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Selain sektor pangan dan perikanan, pemerintah juga mempercepat pembangunan 33 fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

0 Komentar