JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cicalengka yang diduga melakukan pelanggaran etika terhadap pasien telah diproses untuk diberhentikan dari status aparatur sipil negara (ASN).
Dadang menegaskan, Pemkab Bandung tidak akan memberikan toleransi terhadap ASN yang terbukti melakukan pelanggaran etika maupun disiplin, termasuk tindakan yang dinilai mencoreng pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak beretika, tentu saya sangat kecewa. Dan saya sudah instruksikan bahwa orang tersebut dipecat atau dikeluarkan dari ASN dan termasuk dari Rumah Sakit Cicalengka yang tentunya juga berlaku untuk semuanya,” kata Dadang, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga:Bupati Bandung Minta Nakes Diduga Bully Pasien Ditindak, Dinkes Diminta Kumpulkan Seluruh NakesPemkab Bandung Perkuat Pembinaan Nakes Usai Kasus Bullying Pasien
Ia menyebut keputusan tersebut menjadi bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam menjaga profesionalisme aparatur.
Menurutnya, sanksi serupa dapat diberlakukan kepada siapa pun yang melakukan pelanggaran, tanpa memandang jabatan maupun status kepegawaiannya.
“Siapapun yang melakukan pelanggaran etika, disiplin, dan sebagainya, maka kami tidak akan segan-segan sekaligus memberhentikan orang tersebut atau ASN tersebut,” tegasnya.
Dadang mengatakan, kasus tersebut juga menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Pemkab Bandung.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memberikan edukasi kepada seluruh ASN mengenai etika sebagai aparatur, termasuk dalam menggunakan media sosial.
Menurutnya, ASN harus memiliki kemampuan untuk memahami situasi dan menjaga sikap ketika beraktivitas di ruang digital. Terlebih, perilaku seorang ASN di media sosial dapat berdampak terhadap citra institusi pemerintah
Dalam waktu dekat, Pemkab Bandung akan menyiapkan skema pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) yang membahas penggunaan media sosial secara bijak.
Baca Juga:Kasus ASN Viral Jadi Evaluasi, PUTR KBB Ingatkan Pegawai Jaga ProfesionalitasPemkot Bogor Bakal Evaluasi WFH ASN Pertengahan Agustus 2026, Klaim Hemat Rp1 Miliar per Bulan
Materi tersebut nantinya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas digital, tetapi juga pemahaman mengenai posisi dan tanggung jawab ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Nanti kita akan ada edukasi agar seluruh ASN Kabupaten Bandung paham dan memahami bagaimana tadi setiap event atau momentum apapun saya selalu menyampaikan bahwa lima hal ini penting untuk kita pahami. Di antaranya peningkatan kualitas SDM yang profesional dan paham tentang digitalisasi. Bijak dalam bermedsos. Ya, ini juga penting,” ujarnya.
