JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim baru mengetahui adanya dugaan pencemaran Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, RT 03/13, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup pada DLH Bandung Barat, Ilmi Royan Galih Surya, mengatakan hingga kini belum ada pengaduan resmi yang diterima pihaknya terkait pencemaran tersebut.
“Saya terus terang baru tahu, memang belum ada pengaduan masuk,” kata Galih saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga:Peluang Investasi Terbuka Lebar, Pemerintah Libatkan Swasta dalam Program Strategis PanganOJK Tegaskan Keuangan Tetap Sehat, Defisit di Laporan 2025 Hanya Dampak Transisi Akuntansi
Meski demikian, DLH Bandung Barat akan segera menerjunkan tim pengawas untuk mengecek langsung kondisi Sungai Cihaur.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi pencemaran sekaligus menelusuri sumber limbah yang masuk ke aliran sungai.
“Kami akan mengirimkan tim pengawas untuk bisa ke lokasi guna memetakan. Dari lokasi itu yang mencemari siapa akan ditelusuri. Ini akan segera sebagai dasar tindakan kita selanjutnya,” ujarnya.
Galih menjelaskan, hasil pemetaan tim pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) nantinya menjadi dasar bagi DLH untuk menentukan langkah terhadap pihak yang diduga melakukan pencemaran.
“Nanti dari hasil pemetaan oleh tim pengawas PPLH, kami akan coba lakukan tindakan berupa pengawasan atau pembinaan kepada pelaku kegiatan diduga melakukan pencemaran,” katanya.
Sebelumnya, kondisi Sungai Cihaur di wilayah tersebut menjadi sorotan lantaran airnya diduga tercemar limbah industri.
Terlihat cairan berwarna merah mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada di sisi sungai.
Baca Juga:RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Raih Penghargaan Internasional, Layanan Stroke Akut Sabet Status Platinum DuniaEks TPA Cinangsi Tasikmalaya Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api hingga Pagi Hari
Saluran tersebut tampak tertanam di bawah tanah dan mengalirkan cairan langsung ke badan Sungai Cihaur. Selain berwarna merah, aliran air juga terlihat menghasilkan busa dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Warga bahkan menyebut limbah yang masuk ke sungai terkadang memiliki suhu cukup panas hingga terlihat seperti mengeluarkan kepulan.
Kondisi itu disebut berdampak terhadap ekosistem sungai dan aktivitas warga. Populasi ikan diklaim terus menurun, sementara petani semakin khawatir menggunakan air sungai untuk mengairi tanaman. (Wit)
