6 Mimpi, 1 Harapan, Perjuangan Menembus Batas untuk Jadi Dokter

Dok lldikti
Dok lldikti
0 Komentar

JABAR EKSPRES – “Mimpi.. adalah kunci.. Untuk kita menaklukkan dunia”, sepenggal lirik dari lagu ternama di sebuah film ini tergambar jelas kala bertemu dengan keenam mahasiswa terpilih yang telah lolos seleksi KIP-K Kedokteran dan Kedokteran Gigi di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV.

Ajkia, Yuliana, Clara, Wafa, Ariel, dan Citra tak pernah menyangka mimpi mereka untuk menjadi seorang dokter dan dokter gigi kini selangkah lebih dekat. Tak hanya itu, mereka pun berkesempatan untuk menyambangi tempat kerja dan bersua dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto.

Dalam pertemuan yang hangat, Mendiktisaintek menyampaikan rasa bangga kepada para mahasiswa baru tersebut. Tak lupa, sepatah dua patah petuah pun hadir untuk menjadi bekal motivasi bagi para mahasiswa menyambut dunia pendidikan tinggi yang akan mereka geluti.

Baca Juga:PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap BerjalanMenkomdigi Kunjungi Kantor Telin di Los Angeles, Dorong Ekosistem Digital Indonesia Go Global

“Sekali lagi selamat. Terus raih prestasi sebaik-baiknya. Banggakan orang tua kalian. Jaga terus amanah ini. Halangan dan kendala pasti ada. Namun, saya yakin, kalian mampu melewati semuanya dan bisa meraih mimpi kalian masing-masing,” ungkap Prof. Brian.

Serentak para peserta mengangguk, mengamini segala doa-doa baik yang mengalir untuk mereka. Beberapa dari mereka pun diberi kesempatan untuk berbagi kisah. Salah satunya Yuliana, mahasiswa baru KIP-K di Prodi Kedokteran, Universitas Medika Suherman.

Ia berasal dari Pulau Matak, Kepulauan Riau, sebuah pulau di area 3T Indonesia. Berasal dari keluarga desil 1, tak menjadi halangan untuknya meraih mimpi sebagai seorang dokter.

“Saya ke kantor desa untuk minta surat pengantar agar bisa nebeng pakai pesawat salah satu perusahaan energi di sana. Mereka memberi tumpangan gratis untuk anak-anak yang berkuliah ke pulau Jawa,” jelas Yuliana.

Dari Pulau Matak ia langsung mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan naik kereta menuju Bekasi.

Tak hanya Yuliana, Ajkia Nur Muhammad Galih, mahasiswa baru KIP-K prodi Kedokteran Gigi, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) juga berbagi kisah perjuangan orang tuanya yang terus mendukung hingga ia bisa mengenyam pendidikan tinggi.

0 Komentar