Tren ISPA dan ILI Naik, Dinkes KBB Minta Masyarakat Waspada

Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Lia N Sukandar. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Pasalnya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Influenza-Like Illness (ILI) menunjukkan tren kenaikan hingga Minggu Epidemiologi ke-36 Tahun 2026.

Berdasarkan data kumulatif Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus ISPA meningkat dari 1.780 kasus pada M-32 menjadi 2.324 kasus pada M-36. Sementara kasus ILI naik dari 95 menjadi 182 kasus.

Baca Juga:Kemantapan Jalan Tasikmalaya Naik, Bupati Cecep: Tembus 70 Persen Akhir Tahun Ini!Masyarakat Desa Linggaraja Tasikmalaya Gelar Shalat Istisqa Serentak di 4 Titik

Kenaikan juga terjadi pada kasus pneumonia. Jumlahnya bertambah dari 245 kasus pada M-35 menjadi 258 kasus pada M-36.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Lia N Sukandar mengatakan, tren peningkatan tersebut menjadi perhatian karena dapat menambah beban pelayanan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Melihat adanya peningkatan kasus, kami memperkuat pemantauan dan deteksi dini. Setiap kenaikan perlu segera diketahui agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Lia, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, kewaspadaan terhadap penyakit saluran pernapasan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat juga perlu berperan aktif, terutama di lingkungan yang memiliki intensitas interaksi tinggi.

“Pencegahan harus dilakukan bersama. Masyarakat perlu mengenali gejala sejak awal dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan,” ujarnya.

Lia menyebutkan, Dinkes KBB terus memperkuat surveilans, promosi kesehatan dan pengendalian faktor risiko. Edukasi kepada masyarakat juga akan dilakukan secara lebih masif dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan masyarakat.

Kelompok rentan, seperti lanjut usia dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, juga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Imunisasi dapat menjadi salah satu upaya pencegahan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Baca Juga:Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan GelarDari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-East

“Kelompok berisiko tinggi perlu lebih waspada. Jika mengalami demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek atau hidung berair, sakit kepala maupun nyeri otot, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Dinkes KBB turut mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), di antaranya mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Masyarakat yang mengalami gejala batuk atau pilek juga dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan, terutama kepada kelompok rentan.

0 Komentar