JABAR EKSPRES – Kegiatan belajar mengajar di SDN 026 Cibaduyut Kidul, Kota Bandung, sempat dihentikan sementara pada Kamis (6/8), setelah gerbang sekolah dikunci oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan. Demi alasan keselamatan peserta didik, pihak sekolah memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hari.
Pelaksana Tugas Kurikulum SDN 026 Cibaduyut Kidul, Irdian, mengatakan penguncian gerbang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kejadian, pihak sekolah tidak menerima pemberitahuan maupun koordinasi terlebih dahulu dari pihak ahli waris.
“Saya mendapat informasi dari rekan-rekan guru bahwa pagi tadi gerbang sekolah dikunci oleh pihak ahli waris. Saya kemudian menanyakan kepada Kepala Sekolah apakah sebelumnya sudah ada koordinasi, ternyata belum ada sama sekali,” ujar Irdian.
Baca Juga:Kemarau Makin Parah, Petugas Gabungan Salurkan 11.500 Liter Air Bersih di Desa TanjungjayaMenkeu Tambah Penempatan Dana SAL di Himbara Rp40 Triliun, Tak Tunggu Arahan Gubernur BI?
Menurutnya, gerbang sekolah kembali dibuka sekitar pukul 07.00 WIB oleh pihak ahli waris. Saat dirinya tiba di lokasi, kondisi gerbang sudah kembali terbuka.
Usai menerima laporan dari para guru, Kepala Sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menentukan langkah yang harus diambil.
Hasil koordinasi tersebut memutuskan agar kegiatan belajar mengajar pada hari itu dihentikan sementara demi menghindari potensi risiko terhadap para siswa.
“Kami khawatir anak-anak berkumpul di pinggir jalan. Kondisi lalu lintas di depan sekolah cukup ramai dan kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Karena itu diputuskan hari ini saja siswa dipulangkan demi keselamatan mereka,” katanya.
Irdian berharap aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada keesokan harinya selama tidak ada lagi tindakan serupa dari pihak ahli waris.
“Insyaallah besok kegiatan belajar mengajar kembali normal seperti biasa, selama tidak ada lagi penguncian dari pihak ahli waris,” ujarnya.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), kata Irdian, penjaga sekolah telah menyelesaikan pekerjaannya sekitar pukul 05.30 WIB sebelum akhirnya ada pihak yang datang dan melakukan penguncian gerbang.
Baca Juga:Purbaya Klaim Whoosh Tak Bebani APBN Usai Diambilalih Kemenkeu, Benarkah?OJK Bentuk Satgas Baru untuk Awasi Bursa Mineral?
Penjaga sekolah kemudian langsung menghubungi Kepala Sekolah dan sejumlah guru, termasuk dirinya yang saat itu masih dalam perjalanan menuju sekolah.
Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, Dinas Pendidikan, serta unsur kecamatan. Sementara pihak ahli waris dipanggil ke kantor kelurahan untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut.
