Pengamat Soroti Komunikasi Farhan-Erwin: Jangan Sampai Pemerintahan Berjalan Dua Jalur

Pengamat Soroti Komunikasi Farhan-Erwin: Jangan Sampai Pemerintahan Berjalan Dua Jalur
foto ilustrasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Farhan - Erwin (Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengamat pemerintahan independen Suprapto menyoroti pengakuan Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang mengaku tidak banyak dilibatkan dalam pembahasan anggaran maupun sejumlah kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Suprapto, persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai dinamika personal antara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Erwin.

Jika benar terjadi, minimnya pelibatan wakil wali kota dapat berdampak pada tata kelola dan koordinasi pemerintahan.

Baca Juga:QRIS Berpotensi Jadi Rekam Jejak UMKM untuk Buka Akses PembiayaanStandar Ekspor Jadi Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

“Kalau benar wakil wali kota tidak dilibatkan dalam pembahasan anggaran maupun agenda pemerintahan, ini bukan lagi sekadar persoalan komunikasi pribadi. Ini menyangkut tata kelola pemerintahan dan harus ada penjelasan yang terang,” ujar Suprapto.

Ia mengatakan pembahasan anggaran merupakan bagian penting karena berkaitan dengan prioritas pembangunan dan program pelayanan publik. Karena itu, koordinasi antarpimpinan daerah dinilai perlu berjalan secara jelas.

Suprapto juga menilai pengakuan Erwin mengenai minimnya undangan dari sejumlah OPD perlu menjadi perhatian. Menurutnya, birokrasi harus memiliki pola koordinasi yang jelas agar tidak muncul persepsi adanya jalur pemerintahan yang berbeda.

“Jangan sampai OPD berjalan sendiri-sendiri dan hanya berkomunikasi dengan satu pihak. Kalau dibiarkan, bisa muncul kesan pemerintahan berjalan dalam dua jalur. Yang dirugikan pada akhirnya bukan Farhan atau Erwin, tetapi masyarakat Kota Bandung,” katanya.

Di sisi lain, Suprapto melihat pernyataan Erwin yang masih membuka ruang untuk memperbaiki hubungan sebagai peluang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia mendorong Farhan dan Erwin duduk bersama untuk mengevaluasi pola komunikasi dan pembagian peran masing-masing.

Persoalan internal, kata dia, jangan sampai berkembang menjadi hambatan bagi birokrasi dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:IHG Hotels & Resorts Resmi Menjadi Mitra Hotel Rugby World Cup Putra 2027Strategi Pemkab Tasikmalaya Putus Mata Rantai Kemiskinan

“Kalau ada masalah personal, selesaikan secara personal. Jangan dibawa menjadi persoalan kelembagaan. Wali kota dan wakil wali kota harus memastikan pemerintahan tetap bekerja dalam satu arah,” tuturnya.

Sebelumnya, Erwin mengungkap dirinya tidak lagi banyak dilibatkan dalam sejumlah agenda pemerintahan, termasuk pembahasan anggaran dan kegiatan OPD.

Meski demikian, ia menegaskan masih berharap hubungan kerja dengan Farhan dapat diperbaiki dan kembali berjalan secara kolaboratif. (dam)

0 Komentar