JABAR EKSPRES – Jalan Raya Kopo-Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Selasa (29/9/2026) siang.
Genangan air terjadi di ruas jalan yang dikenal warga sebagai Jalan Dengdek (Jadek). Ketinggian air bahkan mencapai sekitar satu meter di sejumlah titik sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun mobil pribadi untuk melintas.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengendara sepeda motor yang nekat menerobos genangan terpaksa berhenti karena kendaraannya mogok. Sementara itu, sebagian pengendara lainnya memilih putar balik dan mencari jalur alternatif.
Baca Juga:Listrik Jampang Kulon Dinilai Berpotensi Tarik Investasi di Selatan Jawa BaratMONDIAL Rayakan HUT ke-47, Pamerkan 70 Karya Perhiasan Mewah dalam Koleksi MONDIAL Gala
Kondisi serupa dialami pengendara mobil pribadi. Meski demikian, kendaraan berukuran besar seperti truk masih dapat melintasi ruas jalan yang tergenang tersebut.
Martin Rendi Laksana (36), warga Soreang, mengatakan hujan deras mulai mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Karena intensitas hujan cukup tinggi, ia memilih berteduh di sebuah minimarket.
Menurutnya, genangan air meningkat dalam waktu singkat setelah hujan deras turun. Air dari saluran drainase dan sejumlah sungai kecil kemudian meluap hingga menggenangi badan jalan.
“Jam 1 tadi. Enggak lama, air langsung gede ke tengah jalan,” ujarnya.
Martin menambahkan, banjir tersebut mengganggu perjalanan warga, termasuk dirinya yang hendak pulang. Ia pun mempertimbangkan untuk mencari jalan alternatif karena khawatir harus menunggu terlalu lama hingga air surut.
“Jadi saya kayaknya pilih muter saja cari jalan lain. Mau bagaimana lagi, saya mau pulang soalnya nunggu surut lama,” katanya.
Sementara itu, Aditya Herman (31), warga Katapang, menyebut banjir di Jalan Raya Kopo-Sayati bukan kejadian baru. Menurutnya, kawasan tersebut kerap tergenang setiap kali hujan deras mengguyur.
Baca Juga:Terminal LNG PT Perta Arun Gas Menjadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down Bagi Kapal LNG di AsiaKemenkes Janjikan 40 Unit X-Ray Mobile untuk Kabupaten Tasikmalaya, Disebar ke Semua Kecamatan
“Ah ini sudah mah dari kecil pasti gini. Kalau sudah begini akses juga susah, warga juga kesulitan melintas,” kata Aditya.
Ia berharap pemerintah segera menangani persoalan banjir yang berulang kali menghambat mobilitas masyarakat tersebut.
“Semoga pemerintah bisa segera menangani permasalahan banjir ini. Kalau banjir seperti ini, saya ke Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung juga jadi susah,” ujarnya.
