JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menyatakan hingga saat ini belum menemukan satu pun kasus Influenza A di wilayah Tatar Galuh. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Edis Herdis, pada Selasa (29/9/2026), menyusul meningkatnya kekhawatiran warga terhadap penyebaran penyakit tersebut di sejumlah daerah.
Menurut Edis, pihaknya telah melakukan pengecekan ke seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Ciamis. Hasilnya, tidak ada pasien yang terdeteksi mengalami Influenza A. “Secara data, untuk Influenza A belum ada di Kabupaten Ciamis. Kami cek ke rumah sakit maupun puskesmas, belum ditemukan kasus Influenza A,” ujarnya.
Meski begitu, Dinkes Ciamis mencatat tingginya keluhan masyarakat terkait penyakit flu. Edis menjelaskan bahwa keluhan tersebut didominasi oleh influenza biasa yang erat kaitannya dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Total kasus influenza di Ciamis mencapai 1.379 kasus, dan penyakit ini termasuk dalam 15 besar keluhan yang paling banyak ditangani di fasilitas kesehatan.
Baca Juga:Terminal LNG PT Perta Arun Gas Menjadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down Bagi Kapal LNG di AsiaKemenkes Janjikan 40 Unit X-Ray Mobile untuk Kabupaten Tasikmalaya, Disebar ke Semua Kecamatan
Influenza A bukanlah virus yang bisa dianggap remeh. Virus ini memiliki sejarah panjang sebagai penyebab pandemi besar, termasuk pandemi 1918 dan 2009. Pada 2026, influenza A kembali menjadi perhatian di Indonesia. Awal tahun, perhatian tertuju pada subtipe A(H3N2) subclade K yang sempat disebut sebagai “superflu.” Memasuki September 2026, giliran subtipe A(H1N1)pdm09 yang mendominasi temuan pemeriksaan.
Kendati belum ada kasus di Ciamis, Edis tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada. Menurutnya, gejala Influenza A mirip dengan flu biasa, tetapi cenderung lebih berat, seperti demam di atas 38 derajat Celsius, nyeri sendi, pegal-pegal, serta batuk yang lebih berat. Penularan virus terjadi melalui droplet atau percikan dari orang yang terinfeksi.
Edis menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh sebagai benteng utama menghadapi berbagai infeksi virus. Masyarakat diminta kembali menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan dan menggunakan masker saat sedang sakit.
“Penularannya melalui droplet atau percikan. Jadi pola hidup bersih dan sehat harus diperhatikan, termasuk menggunakan masker dan rajin mencuci tangan,” katanya.
