JABAR EKSPRES – Musim kemarau yang semakin berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sumur-sumur warga mengering, debit mata air terus menurun, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga.
Kondisi tersebut terjadi di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tanjungjaya. Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya bersama unsur terkait harus dua kali menyalurkan bantuan air bersih karena tingginya kebutuhan masyarakat.
Pada Senin (3/8/2026), FK Tagana mendistribusikan 6.000 liter air bersih kepada sekitar 100 kepala keluarga di Kampung Warungpasir dan Kampung Tanjungjaya RT 18, RT 19, dan RT 21 RW 05, Desa Tanjungjaya. Dua hari kemudian, distribusi kembali dilakukan dengan menyalurkan 5.500 liter air bersih kepada sekitar 60 kepala keluarga di Kampung Pasirjaya RT 19 RW 05, Desa Tanjungjaya.
Baca Juga:Krisis Air Bersih Kian Meluas, BPBD Tasikmalaya Catat 27.021 Warga Terdampak KekeringanFK Tagana Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Bojonggambir
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan kemarau tahun ini membuat kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat. Banyak sumur warga yang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga distribusi air bersih menjadi langkah darurat yang harus segera dilakukan.
“Musim kemarau yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit sumber air terus berkurang. Banyak sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih semakin tinggi. Karena itu, kami terus berupaya melakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah yang terdampak,” kata Jembar, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, hingga awal Agustus permintaan bantuan air bersih dari masyarakat terus berdatangan. FK Tagana pun berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta unsur kecamatan agar distribusi air dapat menjangkau lebih banyak warga.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan minum, tetapi juga kebutuhan dasar rumah tangga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah kekeringan.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Sementara itu, FK Tagana dan tim lainnya akan terus siaga dan siap merespons setiap laporan warga yang mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi menegaskan penanganan dampak kekeringan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh unsur pemerintah hingga masyarakat.
