JABAR EKSPRES – Kerja-kerja pelayanan dan edukasi keselamatan lalu lintas yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya berbuah apresiasi. Bertepatan dengan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, dua personel Satlantas Polres Tasikmalaya mendapat penghargaan dari tingkat Polda Jawa Barat hingga Korlantas Polri.
Penghargaan tingkat Polda Jabar diberikan kepada Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Trias Karso Yuliantoro, S.Tr.K., S.I.K. Ia meraih Juara Harapan I dalam Lomba Kinerja Para Kasat Lantas Jajaran Polda Jawa Barat.
Bagi Trias, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian pribadi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi pemicu bagi seluruh personel untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga:Listrik Jampang Kulon Dinilai Berpotensi Tarik Investasi di Selatan Jawa BaratMONDIAL Rayakan HUT ke-47, Pamerkan 70 Karya Perhiasan Mewah dalam Koleksi MONDIAL Gala
“Alhamdulillah, tentunya penghargaan ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami seluruh personel Satlantas Polres Tasikmalaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Trias dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, tugas polisi lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran. Edukasi, pencegahan kecelakaan, serta membangun kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman.
Trias juga menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh personel Satlantas, termasuk dukungan pimpinan, stakeholder dan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan merupakan keberhasilan saya secara pribadi, tetapi merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dedikasi, dan komitmen seluruh personel Satlantas Polres Tasikmalaya,” katanya.
Sementara itu, penghargaan dari Kepala Korps Lalu Lintas Polri diberikan kepada PS Kanit Kamsel Satlantas Polres Tasikmalaya, Aiptu Dodita, S.Sos.
Jika kinerja Kasat Lantas diapresiasi melalui kompetisi tingkat Polda, Dodita mendapat perhatian karena pendekatan kreatifnya dalam menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Salah satu cara yang dilakukannya adalah menggunakan kostum badut polisi saat memberikan edukasi, terutama kepada anak-anak usia dini. Cara tersebut dipilih agar pesan tertib lalu lintas lebih mudah diterima dan tidak terasa menggurui.
Baca Juga:Terminal LNG PT Perta Arun Gas Menjadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down Bagi Kapal LNG di AsiaKemenkes Janjikan 40 Unit X-Ray Mobile untuk Kabupaten Tasikmalaya, Disebar ke Semua Kecamatan
“Saya hanya mengedukasi dan terus mengedukasi untuk tertib lalu lintas sejak usia dini dengan cara menjadi badut polisi,” kata Dodita.
