JABAR EKSPRES – Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dinilai dapat meningkatkan daya tarik investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Selatan Jawa Barat.
Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengatakan ketersediaan listrik yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas usaha dan pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon bukan hanya persoalan teknis mengenai listrik, tetapi merupakan bagian dari pembangunan ekonomi wilayah,” kata Rizaldy dalam wawancara.
Baca Juga:MONDIAL Rayakan HUT ke-47, Pamerkan 70 Karya Perhiasan Mewah dalam Koleksi MONDIAL GalaTerminal LNG PT Perta Arun Gas Menjadi Pusat Baru Bisnis Gassing Up and Cooling Down Bagi Kapal LNG di Asia
Menurutnya, listrik kini menjadi bagian penting dari infrastruktur produksi karena berbagai sektor usaha membutuhkan pasokan energi yang andal untuk menjalankan kegiatan operasional secara konsisten.
Ketersediaan energi yang memadai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan proses bisnis berbasis digital.
Di Jampang Kulon, penguatan infrastruktur kelistrikan berpotensi mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang memiliki peluang ekonomi di kawasan Selatan Sukabumi.
Hasil perikanan, misalnya, dapat diolah melalui rantai usaha yang lebih panjang, mulai dari penyediaan es, penyimpanan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Dengan demikian, produk perikanan berpeluang memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan kepada konsumen.
“Energi yang masuk ke desa seharusnya tidak berhenti menjadi konsumsi, tetapi harus dikonversi menjadi produktivitas,” ujarnya.
Rizaldy menilai, pemanfaatan listrik untuk kegiatan produktif dapat memperkuat hilirisasi ekonomi lokal. Masyarakat pun memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan mengolah potensi daerah tanpa harus selalu mengandalkan penjualan bahan mentah.
Selain sektor perikanan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan mesin produksi, menggunakan perangkat digital, melakukan transaksi elektronik, serta memperluas pemasaran melalui platform daring.
Baca Juga:Kemenkes Janjikan 40 Unit X-Ray Mobile untuk Kabupaten Tasikmalaya, Disebar ke Semua KecamatanTemui Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Gibran dan Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Warga
Dari sisi investasi, Rizaldy menjelaskan, ketersediaan infrastruktur energi menjadi salah satu komponen yang dipertimbangkan pelaku usaha dalam menentukan lokasi pengembangan bisnis.
Meski demikian, keputusan investasi tidak hanya bergantung pada pasokan listrik. Faktor lain seperti akses transportasi, ketersediaan air, jaringan telekomunikasi, tenaga kerja, akses pasar, dan kepastian regulasi juga perlu diperhatikan.
