Sensus Ekonomi Memotret Transformasi Pedagang Kain Cigondewah Berjualan Live Streaming

Sensus Ekonomi Memotret Transformasi Pedagang Kain Cigondewah Berjualan Live Streaming
Petugas SE (kiri) saat mendata di sela pedagang Pasar Kain Cigondewah yang tengah jualan secara Live Streaming. (Hendrik/JE)
0 Komentar

Tak mau ketinggalan, Wisnu kemudian mengikuti cara tersebut. “Mau gak mau harus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.

Bahkan, lanjut Wisnu, kini kiosnya sampai merekrut karyawan khusus live streaming. Kerjanya memang ngoceh di depan layar ponsel. Ia mengenalkan produk secara live, termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di kolom komentar.

Sampai-sampai karyawan live streaming itu tidak hanya seorang. Di kios Wisnu setidaknya ada 3 orang. Sehari-hari mereka juga live serempak dengan tiga akun dan ponsel yang berbeda.

Omzet 80 Persen dari Online, Diikuti Hampir Semua Pedagang

Baca Juga:Wamentrans Siapkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang Putih

Strategi pemasaran dengan live streaming itu menjadi angin segar di tengah keringnya omzet. Satu demi satu notifikasi pesananpun berbunyi. Dan sekarang cenderung mendominasi omzet.

“Bisa dibilang 80 : 20. Jadi mayoritas malah dari live streaming atau online dari pada pembeli yang datang langsung ke kios,” cetusnya.

Menurut Wisnu, dengan live streaming, kain-kain di tokonya tidak hanya dibeli warga Bandung tapi penjualan bisa tembus luar kota. “Karena pembeli bisa dari mana saja. Pesanan kami kirim lewat paket atau ekspedisi,” terangnya.

Wisnu menambahkan, awalnya para pedagang juga sempat ragu untuk jualan live streaming. Namun karena cukup efektif mengobati kerinduan di tengah sepinya pembeli yang datang, maka live streaming itu kini diikuti mayoritas pedagang di Pasar Kain Cigondewah. Dari sekitar 110 unit usaha atau kios, hampir 70 persennya sudah berjualan secara live.

Kondisi itu menjadi suasana baru di Pasar Kain Cigondewah. Dulu pasar tersebut akan ramai orang memilah kain dan tawar menawar. Namun kini telah beralih, dialog khas para host menyapa pembeli online bergantian menggema di pasar tersebut.

Sensus Memotret Transformasi Ekonomi Digital

Fenomena yang terjadi di Pasar Kain Cigondewah itu memang menjadi salah satu alasan khusus pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, merupakan transformasi ekonomi yang belum terpotret pada sensus yang dilakukan 1 dekade lalu.

Kepala BPS Kota Bandung Nevi Hendri menuturkan, sensus terakhir dilakukan pada 2016. Geliat ekonomi digital belum semasif saat ini.

Baca Juga:Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung InternasionalHari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

“Ekonomi bergeser, dari tradisional sekarang banyak bergerak ke digital. Karenanya perlu pemetaan data terkini. Makanya sensus ini dilakukan,” cetusnya, saat juga ikut mendampingi sensus di Pasar Kain Cigondewah, Rabu (22/7/2026).

0 Komentar