Sensus Ekonomi Memotret Transformasi Pedagang Kain Cigondewah Berjualan Live Streaming

Sensus Ekonomi Memotret Transformasi Pedagang Kain Cigondewah Berjualan Live Streaming
Petugas SE (kiri) saat mendata di sela pedagang Pasar Kain Cigondewah yang tengah jualan secara Live Streaming. (Hendrik/JE)
0 Komentar

Nevi melanjutkan, sejak 15 Juni lalu dari 1.909 petugas sensus yang diterjunkan di Kota Bandung juga telah memotret beberapa fenomena serupa. Baik itu tingkatnya sentra ekonomi maupun rumah tangga yang kini juga bergerak memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan ekonomi.

“Dari hasil sensus yang kami potret ini, nanti pemerintah bisa mengambil kebijakan lebih tepat. Karena berbasis data yang terkini,” tutupnya.

Siang itu, para petugas sensus meninggalkan Pasar Kain Cigondewah. Perlahan, suara Wisnu yang menyapa pembeli online lewat live streaming kembali menggema.

Baca Juga:Wamentrans Siapkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang Putih

“Ini yang dusty pink tinggal satu rol ya kak, segera cek out ya kak,” katanya.

Pasar Kain Cigondewah memang tak lagi ramai. Namun di dari balik layar, transaksi terus mengalir. Ia menolak mati dan telah menemukan cara baru untuk bertahan. (Son)

INFO GRAFIS :Sentra Kain Cigondewah

• Sebelum era 1990-an adalah kawasan pertanian• 1970 mulai tumbuh pedagang kain bekas / bahan limbah pabrik• 1982 ada pemekaran Kota Bandung, Cigondewah (Kota Bandung) dan Cigondewah Hilir (Kabupaten Bandung)• 2005 – 2015 Masa Kejayaan, Omzet bisa Rp 25 juta / hari.

Rekam Jejak Pasar Kain Cigondewah• 2001 pembangunan dimulai dengan 7 toko• 2006-2007 pembangunan masif dan revitalisasi dari Pemkot• 2020 Pandemi, Pasar meredup• 2022 diresmikan jadi Kampung Kreatif• Jumlah Pelaku usaha 71 dengan 110 unit usaha• 2023-2024 mulai jualan online dan live streaming• 2026 hampir 70 persen jualan live streaming dan online.

0 Komentar