“Kalau dulu, parkir penuh. Bahkan jalan depan itu sering macet karena banyak kendaraan parkir pinggir jalan. Tempat parkir penuh,” kata Anang, salah satu petugas parkir di lokasi tersebut.
Pria yang sudah lebih dari 10 tahun jadi petugas parkir itu juga nyaris hafal kendaraan yang keluar masuk Pasar Kain Cigondewah karena mayoritas adalah kendaraan para penjual.
Lorong depan kios pedagang juga tampak sepi, yang tampak hanyalah warna warni tumpukan gulungan kain yang meluber ke luar kios. Aroma kain baru juga begitu dominan karena tak bertarung dengan parfum para pembeli yang biasa berdesakan di pasar.
Adaptasi dengan Live Streaming
Baca Juga:Wamentrans Siapkan Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang Putih
Pemandangan yang tak biasa itu membuat heran Petugas BPS Kota Bandung Imas Sukartini. Ia sebenarnya masih warga Bandung Kulon. Ia tau kalau pasar itu sepi sebagaimana diceritakan banyak orang tapi memang belum sampai melihat langsung. Karena ia jarang beli kain, ia sendiri lebih suka beli busana jadi untuk kebutuhan fashion.
“Ini benar pasar?,” ucapnya lirih.
Lalu, langkah kaki Imas tergiring ke kios milik Wisnu. Di balik gulungan kain, setidaknya ada 3 orang karyawan berjejer yang justru sibuk ngoceh di depan layar ponsel.
Imas kemudian meredam sedikit rasa penasarannya, karena harus menjalankan tugasnya mensensus. Iapun diterima baik oleh Wisnu. Percakapanpun mengalir berdasarkan sejumlah daftar pertanyaan yang tersedia dalam aplikasi Sensus Ekonomi 2026.
Setibanya di pertanyaan seputar pemasaran, ekspresi Imas sedikit berubah. Ia seperti mendapat pencerahan dari kebingungan. “Oh ternyata mereka jualan live streaming. Saya kira lagi ngisi waktu aja sambil main medsos. Ternyata memang strategi,” ucapnya di sela wawancara dengan Wisnu.
Wisnu kemudian banyak bercerita seputar live streaming itu. Strategi pemasaran tersebut ia mulai sejak 2024. Setelah menapaki era kejayaan 2010 an, Pasar Kain Cigondewah juga ikut terdampak Pandemi Covid 2019. Kala itu pembeli yang sudah jarang semakin sepi.
Lalu selepas Covid, gaya berbelanja secara online mulai menguat. Termasuk media sosial yang kian populer. Beberapa pedagangpun kemudian mencoba untuk jualan secara live streaming. Dan hasilnya ternyata cukup menggiurkan.
