JABAR EKSPRES – Pemerintah memperkuat upaya menjadikan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengandalkan inovasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke berbagai wilayah transmigrasi di Indonesia.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan kehadiran TEP merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pembangunan dari desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bagian dari turunan Asta Cita Presiden Prabowo adalah Tim Ekspedisi Patriot. Karena kita membangun dari bawah, dari desa, untuk memakmurkan masyarakat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi,” kata Viva dikutip dari ANTARA, Senin (27/7).
Baca Juga:Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang PutihOpak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung Internasional
Menurutnya, para anggota Tim Ekspedisi Patriot tidak hanya bertugas mendampingi masyarakat, tetapi juga menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang mampu meningkatkan produktivitas serta mengoptimalkan potensi unggulan di setiap kawasan transmigrasi.
:Kita ingin desa-desa itu menjadi pusat ekonomi, menjadi pusat kebudayaan. Tim Ekspedisi Patriot kita terjunkan agar bisa berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan inovasi, kreasi, pandangan-pandangan baru yang dibutuhkan masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah yang sebelumnya belum berkembang secara optimal.
Menurut Viva Yoga, program transmigrasi selama ini telah memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan wilayah. Perpindahan penduduk ke kawasan transmigrasi mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya.
“Program transmigrasi telah melahirnya 1.567 desa definitive, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan tiga ibu kota provinsi,” katanya.
Keberhasilan kawasan transmigrasi juga terlihat dari Telang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang pada 2025 tercatat sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi di Indonesia.
Pemerintah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kawasan transmigrasi memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi nasional apabila didukung riset, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
