Usai Jadi Ketua DPD Partai Golkar Cimahi, Ngatiyana Tegaskan Janji Politik Tak Boleh Berhenti 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Memberikan Sambutan usai Terpilih Menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cimahi (mon
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Memberikan Sambutan usai Terpilih Menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Janji politik tak boleh berhenti sebagai ucapan saat masa kampanye. Pesan itu ditegaskan Ngatiyana setelah resmi menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cimahi.

Ia menyebut amanah yang kini dijalankannya di pemerintahan tetap harus berjalan seiring dengan komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat dalam Pilkada.

Bagi Ngatiyana, kemenangan politik harus diterjemahkan menjadi kerja nyata pemerintahan. Karena itu, kepemimpinannya di Kota Cimahi akan tetap diarahkan pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga:Green Forest Resort & Wedding Hadirkan Flash Sale September, Deluxe Room Mulai Rp700 Ribu99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi Manfaat

“Saya tidak ingin janji politik berhenti sebagai kata-kata pada masa kampanye. Janji politik harus menjadi komitmen moral untuk bekerja. Karena itu, selama saya diberikan amanah memimpin Kota Cimahi, orientasi saya tetap kepada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” kata Ngatiyana usai pelantikan di Gedung Tulipware, Jalan Raya Jenderal Amir Machmud, Cilember, Cimahi Tengah, Senin (21/9/2026).

Menurut Ngatiyana, keberhasilan pemerintahan di Kota Cimahi tidak bisa hanya diukur dari banyaknya program atau besarnya anggaran yang digunakan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah sektor seperti pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi masyarakat, lingkungan hingga ketenteraman disebut Ngatiyana tetap menjadi bagian dari pekerjaan pemerintahan yang harus dijalankan secara konsisten.

Di sisi lain, setelah dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Cimahi, Ngatiyana mengajak seluruh kader dan jajaran pengurus menjadikan Musda sebagai momentum awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Ia meminta kader Golkar Cimahi tidak hanya bergerak ketika memasuki momentum politik.

Menurutnya, kader partai harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan memahami persoalan yang dihadapi warga.

“Saya mengajak seluruh kader Golkar Cimahi untuk turun ke masyarakat. Dengarkan keluhan mereka, pahami kebutuhannya, dan hadir dengan solusi. Jangan hanya meminta masyarakat mengenal Golkar, justru Golkar harus membuat masyarakat merasakan manfaat kehadiran kader-kadernya,” tegasnya.

Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya TerbakarJaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Ngatiyana menilai kekuatan Partai Golkar Cimahi tidak hanya bergantung pada struktur organisasi. Kualitas kader dan kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Karena itu, Partai Golkar Cimahi didorong menjadi organisasi politik yang terbuka, modern, dan mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap memiliki kedekatan dengan akar sosial masyarakat.

0 Komentar