Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang Putih

Jaga Harga agar Tetap Terkendali, Bapanas Genjot Pasokan Bawang Putih
Ilustrasi Bapanas genjot distribusi bawang putih agar harga tetap stabil. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat langkah stabilisasi harga bawang putih dengan menggandeng importir dan distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia, terutama di kawasan Indonesia Timur yang masih menghadapi tantangan distribusi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan peran pelaku usaha agar distribusi bawang putih dari luar negeri dapat menjangkau daerah-daerah yang selama ini memiliki biaya logistik lebih tinggi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok sekaligus menekan gejolak harga.

“Kami akan mengumpulkan para importir, tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah timur, karena tentu juga perlu kita jaga harga disana. Relatif distribusinya masih agak berat dan tentu kita harus carikan solusi,” kata Ketut dikutip dari ANTARA, Senin (27/7).

Baca Juga:Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung InternasionalHari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga bawang putih yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) masih menunjukkan tren kenaikan sepanjang Juli 2026.

Pemantauan dilakukan hingga tingkat pedagang grosir guna memastikan pasokan tetap mencukupi.

Salah satu titik pemantauan berada di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta. Dari hasil inspeksi bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta serta Perumda Pasar Jaya, harga bawang putih jenis honan masih tergolong stabil.

Sementara itu, bawang putih jenis kating yang lebih banyak diminati masyarakat masih menghadapi keterbatasan pasokan sehingga harganya relatif lebih tinggi.

“Harga bawang putih memang trennya agak sedikut naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, disini memang ada 2 kategori, kalau bicara bawang putih honan relatif stabil. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi,” kata Ketut.

Ketut menjelaskan harga bawang putih honan di PIKJ bahkan mulai menunjukkan penurunan dari Rp23.000 menjadi Rp22.500 per kilogram. Namun, kondisi berbeda terjadi pada bawang putih kating yang membutuhkan tambahan pasokan agar harga di tingkat distributor dapat kembali terkendali.

Keterbatasan pasokan bawang putih kating dari luar negeri, di tengah tingginya permintaan khususnya di Jakarta, menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan para importir akan terus dilakukan untuk mempercepat distribusi komoditas tersebut ke pasar.

0 Komentar