Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung Internasional

Opak Tasikmalaya Pecahkan Rekor Dunia, 3.123 Sajian Antar Kuliner Tradisional ke Panggung Internasional
Bupati didampingi Wakil Bupati saat terima rekor MURI. Foto/Video : Hendi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Makanan tradisional khas Tasikmalaya, opak, berhasil menorehkan sejarah baru.

Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi mencatatkan rekor dunia untuk sajian opak terbanyak, sebuah pencapaian yang sekaligus menjadi bukti bahwa kuliner warisan leluhur masih memiliki tempat istimewa di tengah arus modernisasi.

Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) tersebut diumumkan di sela-sela parade defile Karnaval Batik Sukapura, Jumat (24/7/2026) malam.

Baca Juga:Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya Hadir dengan Konsep Baru, UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi DaerahSatlantas Polres Tasikmalaya Dorong Kemandirian Panti Asuhan Lewat Bantuan Ternak dan Perikanan

Piagam rekor diserahkan langsung kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin didampingi Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi.

Bupati Cecep Nurul Yakin mengatakan, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang memecahkan rekor, melainkan bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang selama ini tetap menjaga keberlangsungan kuliner tradisional khas daerah.

“Opak merupakan kuliner warisan leluhur yang sudah mengakar di masyarakat kita. Hampir sebagian besar ibu-ibu di Tasikmalaya memiliki keahlian mengolah ketan menjadi opak. Potensi inilah yang ingin kita angkat ke kancah nasional. Alhamdulillah, dengan rekor ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Cecep.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga merupakan penghormatan bagi para pengrajin dan pelaku UMKM yang turun temurun konsisten melestarikan makanan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, perwakilan MURI menegaskan bahwa pencatatan rekor ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menghitung jumlah sajian.

“Ini bukan hanya soal jumlah opak, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah menjaga warisan budayanya. Di saat banyak orang berlomba mengejar hal-hal modern, Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan bahwa kekayaan tradisional tetap mampu mewarnai perkembangan zaman,” ungkap Senior Manager MURI, Triyono.

Awalnya panitia menargetkan penyajian sekitar 250 paket opak. Namun setelah dilakukan pendataan, jumlah yang berhasil disajikan mencapai 3.123 sajian opak, jauh melampaui target yang telah ditetapkan.

Baca Juga:Sambut Milangkala ke-394, Lorong Merah Putih Cibahong Kembali Eksis Jadi Magnet Wisata dan UMKMPerpres Ojol Masuk Tahap Final, Pengemudi Bakal Diakui sebagai Pelaku UMKM

Atas capaian tersebut, MURI resmi menetapkan peristiwa tersebut sebagai rekor baru sajian opak terbanyak di dunia.

Opak khas Tasikmalaya sendiri merupakan salah satu makanan tradisional yang telah lama menjadi identitas kuliner daerah. Camilan ini dibuat dari nasi ketan yang ditumbuk hingga halus, dicampur bumbu khas, kemudian dicetak berbentuk bulat dan dijemur sampai kering sebelum digoreng atau dipanggang.

0 Komentar