JABAR EKSPRES – Pemerintah terus mendorong perluasan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Pengembangan jargas tersebut menjadi salah satu agenda dalam kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. ke sejumlah lokasi jargas di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, Senin (21/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta.
Baca Juga:245 Lulusan Perguruan Tinggi Tasikmalaya Dilepas Magang Nasional, Bukan Sekadar Pegang IjazahFakta! Ternyata Gubernur Sherly Tjoanda – Ahmad Luthfi Sering Duduk Berdampingan
Dudung mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya terkait swasembada energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG.
Menurutnya, pengembangan jargas menjadi salah satu upaya yang sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah 2027. Pembangunan jaringan gas perkotaan juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Selain itu, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pengoperasian jargas yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran 2025-2026 di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.
Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan, pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring meningkatnya konektivitas infrastruktur gas bumi nasional.
Menurut Agung, konektivitas jaringan transmisi, termasuk Pipa Cirebon-Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk bagi kebutuhan rumah tangga.
“Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Agung.
Ia menyebutkan, pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jargas pada 2025-2026 yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Baca Juga:Tiga Rumah Panggung di Bojonggambir Ludes Dilalap Api, Diduga Bara Tungku Gula Aren Jadi PemicuKebun Raya Kenalkan Koleksi Tumbuhan Indonesia di FLOII Expo 2026 Lewat Booth Interaktif
Dari jumlah tersebut, sekitar 7.000 SR dibangun di Kabupaten Gresik dan sekitar 7.000 SR lainnya di Kabupaten Sidoarjo.
“Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR,” ujarnya.
