JABAR EKSPRES – Tingginya permintaan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan blangko.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) KBB, kebutuhan blangko KTP-el mencapai sekitar 16.000 keping setiap bulan. Sementara pasokan dari pemerintah pusat hanya berkisar 11.000 hingga 12.000 keping.
Kepala Disdukcapil KBB Yadi Azhar mengatakan, kebutuhan tersebut dihitung dari sekitar 800 permohonan pencetakan KTP-el yang masuk setiap hari.
Baca Juga:Puan: Siang Ini, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit
“Kalau melihat jumlah permohonan setiap hari, kebutuhan blangko kami sekitar 16.000 keping dalam sebulan,” ujar Yadi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Sementara itu, pasokan blangko dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih berada di bawah kebutuhan daerah.
Menurut Yadi, pengiriman dilakukan secara berkala, biasanya dalam rentang sekitar dua pekan. Namun, jumlah blangko yang diterima KBB dapat berubah setiap bulannya.
“Pengiriman dilakukan secara berkala, tetapi jumlahnya mengikuti alokasi dari pusat. Rata-rata yang kami terima sekitar 11.000 sampai 12.000 keping per bulan,” katanya.
Dengan demikian, terdapat selisih kebutuhan sekitar 4.000 hingga 5.000 keping setiap bulan. Kondisi tersebut membuat Disdukcapil KBB harus menyesuaikan pelayanan pencetakan dengan ketersediaan blangko.
Yadi menjelaskan, pemerintah daerah tidak dapat menambah pasokan secara mandiri karena pengadaan dan distribusi blangko KTP-el merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Daerah tidak bisa melakukan pengadaan sendiri untuk menutup kekurangan. Kami menyesuaikan pelayanan dengan jumlah blangko yang dialokasikan pemerintah pusat,” jelasnya.
Baca Juga:Prabowo Ajukan Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, DPR Gelar Uji KelayakanLewat Science Day 2026, UIKA Bogor Kenalkan Inovasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berbasis Komunitas
Meski menghadapi keterbatasan stok, Disdukcapil KBB tetap berupaya menjaga pelayanan administrasi kependudukan agar tetap berjalan.
Salah satunya dengan mempertahankan layanan pencetakan KTP-el di Mal Pelayanan Publik (MPP) melalui sistem one day service, selama blangko masih tersedia.
“Selama blangko tersedia, pelayanan di MPP tetap kami upayakan selesai pada hari yang sama,” tutur Yadi.
Adapun pelayanan di tingkat kecamatan tetap menerima permohonan masyarakat meski persediaan blangko sedang kosong.
Petugas akan mencatat data pemohon, termasuk nomor telepon atau WhatsApp yang dapat dihubungi. Warga selanjutnya akan diinformasikan ketika blangko kembali tersedia dan KTP-el sudah dapat dicetak.
