JABAR EKSPRES — Keandalan pasokan listrik dinilai menjadi salah satu bagian penting dari infrastruktur publik yang mendukung aktivitas usaha sekaligus kesiapan investasi di suatu daerah.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengatakan kebutuhan dunia usaha terhadap listrik tidak sebatas pada ketersediaan pasokan, tetapi juga mencakup kestabilan dan kualitas layanan.
“Dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan listrik. Pelaku usaha membutuhkan pasokan yang stabil, berkualitas, dan dapat diprediksi agar kegiatan operasional dan pengembangan bisnis dapat berjalan dengan baik,” kata Kristian.
Baca Juga:Pasar Induk Padakembang Masuk Radar Investor, Proposal Tasikmalaya Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026Puan: Siang Ini, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri
Menurut dia, listrik telah menjadi kebutuhan mendasar dalam berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari sektor industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor berbasis teknologi.
Karena itu, kebijakan ketenagalistrikan memiliki keterkaitan dengan produktivitas, pengembangan usaha, serta kemampuan daerah dalam menciptakan aktivitas ekonomi baru.
“Keandalan listrik harus dilihat sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi dan daya saing daerah,” ujarnya.
Dalam konteks investasi, kata Kristian, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku usaha. Selain listrik, sejumlah aspek lain turut menjadi pertimbangan, seperti ketersediaan tenaga kerja, lahan, perizinan, serta potensi ekonomi suatu wilayah.
Kebutuhan listrik juga berbeda sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah. Kawasan industri membutuhkan pasokan listrik untuk mendukung proses produksi, sektor pertanian memerlukan energi untuk irigasi dan pengolahan hasil, sedangkan sektor perikanan membutuhkan listrik untuk menunjang fasilitas penyimpanan, termasuk cold storage.
Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital turut meningkatkan kebutuhan listrik untuk mendukung berbagai fasilitas teknologi, termasuk pusat data.
Kristian menilai keterhubungan antara sumber listrik dan pusat kebutuhan menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Hal tersebut membuat pembangunan jaringan transmisi dan interkoneksi memiliki peran strategis.
Baca Juga:DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit Prabowo Ajukan Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, DPR Gelar Uji Kelayakan
“Pembangunan transmisi menjadi sangat strategis. RUPTL terbaru menempatkan pembangunan jaringan transmisi dan interkoneksi sebagai bagian penting untuk menghubungkan sumber listrik dengan pusat kebutuhan,” kata Kristian.
Menurutnya, pembangunan jaringan kelistrikan perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan pusat-pusat ekonomi. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun dapat menyesuaikan kebutuhan dan mendukung perkembangan kegiatan usaha di wilayah tersebut.
