Pemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan

Suasana audiensi antara jajaran DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya dan pengurus Institut Alam Rimba Puncak Suji, pe
Suasana audiensi antara jajaran DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya dan pengurus Institut Alam Rimba Puncak Suji, pekan lalu/Foto : Dok. DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis lingkungan semakin nyata. Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya membuka peluang kolaborasi dengan Institut Alam Rimba Puncak Suji, termasuk dukungan program hingga pendanaan yang disesuaikan dengan mekanisme perencanaan pemerintah daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara jajaran DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya dan pengurus Institut Alam Rimba Puncak Suji di Kantor DPUTRLH, pekan lalu. Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari permohonan kemitraan yang diajukan pihak Institut Alam Rimba sebagai upaya membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan berbasis alam dan pelestarian lingkungan.

Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengapresiasi lahirnya Institut Alam Rimba Puncak Suji yang dinilai memiliki visi sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di bidang lingkungan hidup dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026

Menurut Deden, pemerintah daerah pada prinsipnya siap memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dikembangkan Institut Alam Rimba, selama selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Dukungan itu jelas. Dukungan moral, arahan, bahkan ke depan dukungan program hingga pendanaan pada prinsipnya memungkinkan, tentu melalui mekanisme perencanaan yang berlaku. Kami melihat banyak program Institut Alam Rimba yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah,” ujar Deden saat dikonfirmasi Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, salah satu program yang berpotensi dikolaborasikan adalah Tasik Hejo, gerakan strategis Pemkab Tasikmalaya yang berfokus pada penghijauan, rehabilitasi kawasan, penanaman pohon, penguatan Agen Hijau di desa-desa, hingga peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Selain itu, DPUTRLH juga tengah menyiapkan kawasan percontohan atau mock-up pengelolaan sampah terpadu yang akan dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup mengandalkan penyediaan fasilitas, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku melalui pendidikan yang berkelanjutan.

“Kita ingin memiliki contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang baik. Edukasi tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus diperlihatkan melalui praktik yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian dan kapasitas di bidang edukasi lingkungan,” katanya.

0 Komentar