JABAR EKSPRES – Memasuki tahun kesembilannya di industri fashion, PT Isvara melalui brand fesyen perempuan Tesavara resmi melakukan rebranding sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat identitas dan arah pengembangan merek di masa depan.
Founder & Co-Founder Tesavara, Grecia Suhardi dan Gita Savitri Devi, menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian logo atau identitas visual, melainkan refleksi atas perjalanan panjang Tesavara sekaligus komitmen untuk menghadirkan nilai yang lebih kuat kepada para pelanggan.
“Bagi kami, rebranding ini bukan tentang mengganti logo atau identitas visual semata. Setelah sembilan tahun membangun Tesavara, kami merasa inilah waktu yang tepat untuk merefleksikan siapa kami hari ini dan ke mana kami ingin membawa brand ini ke depannya,” ujar Grecia Suhardi dan Gita Savitri Devi.
Baca Juga:Walau Persib Kalah di Final Piala Presiden, Bobotoh Tasikmalaya Gembira Bawa Pulang Sepeda Listrik dari PolresKorsleting Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Hebat Hanguskan 11 Rumah dan Sekolah di Sodonghilir
Menurut mereka, Tesavara ingin berkembang menjadi sebuah refined label yang mendorong perempuan untuk berpakaian secara lebih intentional, yakni memilih busana bukan semata mengikuti tren, tetapi berdasarkan kualitas, fungsi, serta nilai yang tetap relevan di setiap fase kehidupan.
Di tengah industri fesyen yang bergerak sangat cepat, Tesavara justru memilih untuk mempertahankan filosofi desain yang abadi (timeless), kualitas produk yang unggul, serta pengalaman pelanggan yang berkesan sebagai fondasi utama dalam membangun loyalitas konsumen.
“Kami percaya bahwa desain yang timeless, kualitas yang baik, dan pengalaman pelanggan yang berkesan akan selalu memiliki tempat di hati konsumen,” ungkapnya.
Melalui identitas baru tersebut, Tesavara berharap dapat menginspirasi perempuan Indonesia untuk lebih bijak dalam memilih pakaian, dengan mengedepankan makna, fungsi, dan karakter diri dibanding sekadar mengikuti arus tren yang terus berubah.
“Pada akhirnya, kami berharap Tesavara dapat menjadi pengingat bahwa berpakaian tidak harus didorong oleh keinginan untuk terus terlihat baru, tetapi oleh keberanian untuk memilih sesuatu yang benar-benar merepresentasikan diri kita,” tutup Grecia Suhardi dan Gita Savitri Devi.
