Legislator Tedy Rusmawan Dorong Pemprov Lebih Gencar Antisipasi Kebakaran TPA

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan (dok Humas)
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan (dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tedy Rusmawan, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lebih gencar mengantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Langkah tersebut dinilai penting mengingat musim kemarau yang tengah melanda sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Tedy mengatakan, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah kebakaran TPA di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat.

Salah satunya adalah kebakaran di TPA Cipayung, Kota Depok, yang terjadi pada Kamis (16/7) malam. Meski api berhasil dikendalikan, menurutnya peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemerintah daerah.

Baca Juga:Dipulangkan karena Kenakalan, 8 Siswa SMP di Tasikmalaya Menolak Pindah SekolahPemkab Tasikmalaya Siap Dukung Sekolah Alam Hayati, DPUTRLH Buka Peluang Kolaborasi hingga Pendanaan

Selain itu, kebakaran juga terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang terbakar selama beberapa hari, yakni pada 3–10 Juli.

Tedy berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama di wilayah Jawa Barat yang saat ini memasuki musim kemarau.

“Peristiwa itu jadi peringatan ya. Jangan sampai terjadi lagi. Lebih lebih di wilayah Bandung Raya,” cetusnya, Jumat (17/7).

Ia menilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perlu meningkatkan langkah-langkah pencegahan dengan berkolaborasi bersama DLH di tingkat kabupaten dan kota.

Menurutnya, upaya antisipasi dapat dimulai dari langkah sederhana. “Contohnya bagi pemulung yang biasa di TPA. Itu diimbau untuk tidak merokok, puntungnya berisiko memicu kebakaran. Termasuk aktivitas pembakaran sampah sekecil apapun di area TPA,” terangnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, upaya pencegahan juga perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi modern.

Ia menyinggung rekomendasi dari para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mendorong penerapan teknologi untuk meningkatkan sistem pemantauan di TPA.

Baca Juga:KNPI Kabupaten Tasikmalaya Tancap Gas, Digitalisasi UMKM dan Penciptaan Wirausaha Muda Jadi PrioritasBawa Nama Polda Jabar, Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Briptu Dhiva Persembahkan Emas Kapolri Cup 2026

“Sarannya itu seperti pemanfaatan sensor suhu, kamera termal, sensor gas, hingg drone. Ini agar pemantauan lebih akurat,” kata dia.

Kebakaran di TPA bakal merugikan banyak pihak. Pertama dari sisi tumpukan sampah di kota kabupaten yang berpotensi menggunung karena TPA ditutup, termasuk dampak kesehatan bagi warga sekitar TPA.

Ancaman kebakaran itu masih mengintai, mengingat kemarau panjang masih menghantui wilayah Jawa Barat maupun Indonesia.(son)

0 Komentar