Pelaksanaan APBN 2025 Sudah Efektif dan Efisien, Benarkah?

Pelaksanaan APBN 2025 Sudah Efektif dan Efisien, Benarkah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Rapat tersebut membahas pokok-pokok RUU tentang Pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025 dan pembentukan panja-panja. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025 telah berjalan dengan efisien, efektif, dan akuntabel.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pemberian nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025, mencerminkan pemerintah telah menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

Baca Juga:8 Siswa SMPN 1 Pagerageung Dikeluarkan, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Panggil Kepsek Hingga Guru BKMotor Tinggal Empat Kali Cicilan Digondol Maling, Pemilik Tak Kuasa Tahan Haru Saat Kendaraannya Kembali

Selain itu, WTP yang diberikan BPK atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN Tahun Anggaran (TA) 2025 tersebut, menjadi yang ke sepuluh secara berturut-turut sejak LKPP 2016.

“Untuk itu, pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan APBN tahun 2025,” ujarnya, dikutip Rabu (15/7/2026).

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas kerja bersama yang erat, pengawasannya efektif, serta berbagai dukungan dan masukan konstruktif dalam pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025,” sambungnya.

Lebih dari itu, lanjut dia, 2025 menjadi periode yang cukup sulit mengingat penuh tantangan dan tekanan bagi perkembangan global.

Dinamika geopolitik yang masih berlanjut dan semakin menguatnya fragmentasi perdagangan dunia telah mengubah pola kerja perekonomian internasional.

Berbagai perkembangan tersebut mempengaruhi kelancaran perdagangan dan logistik global, serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Akibatnya, ketidakpastian ekonomi global semakin tinggi dan memberikan tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

APBN dinyatakan terus bekerja keras untuk menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian global seiring melakukan sinergi erat antara kebijakan fiskal yang responsif dan kebijakan moneter yang prudent.

Baca Juga:Dua Pelaku Curanmor di Desa Karangmekar Tasikmalaya Dibekuk Polisi, Satu Lainnya DPOKredit RI Bertahan di Level BBB, Purbaya: Ekonomi Nasional Terjaga

Purbaya menyampaikan bahwa Indonesia sendiri mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di level 5,11 persen, yang mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi perkembangan perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ini ditopang konstruksi rumah tangga yang tetap terjaga di level 4,98 persen dan investasi yang tumbuh 5,09 persen, yang menandakan aktivitas ekonomi domestik terus bergerak positif.

Kinerja pertumbuhan yang kuat tersebut juga diikuti dengan terjaganya stabilitas harga. Tercatat, inflasi pada akhir tahun 2025 terkendali di level 2,92 persen year on year (yoy) yang menjadi bukti keberhasilan pengendalian harga oleh pemerintah, membantu dalam menjaga daya beli masyarakat, dan memperkuat efektivitas kebijakan fiskal dalam memberikan perlindungan sosial secara tepat sasaran.

0 Komentar