Kapolres Banjar Turun Langsung Gotong Royong di Kampung Tertib Lalu Lintas

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memasang tiang bendera dari bambu di lingkungan RW 11 Desa Raharja, Kecama
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memasang tiang bendera dari bambu di lingkungan RW 11 Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (6/8/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aroma tanah basah dan semangat kebersamaan menyelimuti RW 11 Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Kamis (6/8/2026).

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, bersama jajaran pejabat utama Polres Banjar, personel Satlantas, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Tertib Lalu Lintas yang digagas untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas dari tingkat paling dasar, yaitu lingkungan tempat tinggal,” kata AKBP Didi Dewantoro.

Baca Juga:Golkar Cianjur Dukung Pemkab Bangun Infrastruktur MerataFinal Piala Presiden Jadi Bukti Proses Persib Berjalan di Jalur yang Tepat

Aksi kerja bakti yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu diawali dengan membersihkan ruas jalan lingkungan. Puluhan personel kepolisian dan warga bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah yang menumpuk di pinggir jalan, memangkas rumput liar yang mulai menutupi bahu jalan, serta membersihkan saluran drainase agar aliran air kembali lancar.

Tidak hanya itu, mereka juga mengecat fasilitas pendukung lalu lintas lainnya agar terlihat lebih rapi. Penataan lingkungan dilakukan secara menyeluruh sehingga kawasan tersebut tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman. Suasana gotong royong yang penuh keakraban tercipta ketika personel Polres Banjar membaur dengan warga tanpa sekat, mencerminkan sinergi positif antara Polri dan masyarakat.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa program Kampung Tertib Lalu Lintas ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan.

Menurutnya, budaya tertib tidak lahir secara instan, melainkan harus dibangun melalui kebiasaan dan kepedulian bersama.

“Kami ingin Kampung Tertib Lalu Lintas tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi budaya masyarakat. Ketika lingkungan bersih, masyarakat kompak, dan kesadaran tertib tumbuh, maka keselamatan berlalu lintas akan menjadi kebutuhan bersama,” ujar AKBP Didi Dewantoro di sela-sela kegiatan.

Dia menjelaskan, lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian warga untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga fasilitas umum yang telah tersedia.

Program ini sejalan dengan upaya Polres Banjar dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat.

Baca Juga:Menhan Sjafrie di Yonif TP 939/Macan Putih: Prajurit TNI Harus Dekat dengan Rakyat dan Siap Jaga NKRIPemkab Tasikmalaya Genjot Program Bedah Rumah, Target 1.740 Unit Rampung pada 2026

Dengan memulai dari lingkungan terkecil, yaitu kampung, diharapkan nilai-nilai ketertiban dapat tertanam kuat dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

0 Komentar