“Rumah ibadah ini bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga membangun karakter. Kami berharap rumah bersama ini mampu membangun kekuatan generasi muda dan memberikan kemanfaatan bagi bangsa,” katanya.
General Manager Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali mengatakan pembangunan Gereja Katolik Santo Benediktus merupakan bagian dari komitmen Kota Baru Parahyangan sebagai kota mandiri yang tidak hanya menyediakan kawasan hunian, tetapi juga memenuhi kebutuhan sosial dan spiritual masyarakat.
“Kota Baru Parahyangan adalah kota mandiri, bukan hanya hunian tetapi juga tempat beribadah. KBP selain memiliki konsep kota mandiri juga memiliki konsep kota yang madani,” ujarnya.
Baca Juga:Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Sebut Demi Menjaga Integritas InstitusiWali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Masih Dipantau Tim Medis
Ryan menjelaskan penyediaan fasilitas ibadah menjadi bagian dari visi Kota Baru Parahyangan dalam menciptakan kawasan yang inklusif, nyaman, dan harmonis bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
“Keberadaan gereja ini semoga menjadi berkat untuk kita semua,” pungkasnya. (Wit)
