Ia mengatakan rampungnya pembangunan gereja tidak terlepas dari dukungan pemerintah, pengembang, tokoh agama, serta masyarakat sekitar yang bersama-sama mewujudkan tempat ibadah yang representatif bagi umat Katolik.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat toleransi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Mudah-mudahan momen ini menjadi berkat bukan hanya untuk umat Katolik, tetapi juga untuk semua umat. Semoga gereja ini menjadi tempat yang menghadirkan kasih, persaudaraan, pelayanan, serta memperkuat semangat hidup berdampingan dalam keberagaman,” katanya.
Baca Juga:Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Sebut Demi Menjaga Integritas InstitusiWali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Masih Dipantau Tim Medis
Ketua FKUB Kabupaten Bandung Barat Unang Abidin Syafiudin mengatakan rumah ibadah bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol penghormatan terhadap hak konstitusional setiap warga negara dalam menjalankan keyakinannya.
“Rumah ibadah bukan hanya struktur saja. Kehadiran kita di sini dengan lintas iman,” ujarnya.
Menurut Unang, ruang ibadah merupakan hak konstitusional yang harus dipenuhi sehingga pemanfaatan fasilitas keagamaan menjadi wujud nyata ruang demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.
Ia mengungkapkan kebutuhan rumah ibadah di Kabupaten Bandung Barat masih cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 11 ribu umat Protestan dan sekitar 4 ribu umat Katolik yang terus bertumbuh, sehingga perlu didukung dengan fasilitas ibadah yang memadai.
Sementara itu, hingga kini umat Hindu di Bandung Barat belum memiliki pura, umat Buddha baru memiliki satu ruang ibadah di Kecamatan Lembang, sedangkan umat Konghucu juga belum memiliki rumah ibadah.
“Rasio statistik ketika ribuan jemaat terus tumbuh harus didukung oleh fasilitas ruang ibadah,” tegasnya.
Kepala Kesbangpol Jawa Barat Wahyu Wijaya mengatakan kehadiran Gereja Katolik Santo Benediktus diharapkan menjadi ruang kebaikan yang memberi manfaat bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga:Lantik Sekda Baru, Bupati Cecep: Ayo Berlari Bangun Tasikmalaya, Jaga Integritas!Raih 5 Medali, Kontingen O2SN SMP Kabupaten Tasikmalaya Masuk 3 Besar Jawa Barat
“Keberagaman bukan untuk dihindari, tetapi merupakan kekuatan. Karena itu kami terus mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan langkah untuk kebaikan Jawa Barat,” ujarnya.
Menurut Wahyu, rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Dengan komposisi penduduk Jawa Barat yang didominasi generasi Z dan generasi Alpha, rumah ibadah diharapkan menjadi ruang pembinaan nilai-nilai moral, kebangsaan, dan kepedulian sosial.
