JABAR EKSPRES – Setelah melalui proses pembangunan sejak 2024, Gereja Katolik Santo Benediktus Bandung Barat akhirnya diresmikan di Kawasan Kota Baru Parahyangan, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/7/2026).
Peresmian itu menjadi tonggak penting dalam pemenuhan fasilitas peribadatan sekaligus memperkokoh semangat toleransi di Kabupaten Bandung Barat.
Selain itu, kehadiran gereja tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan umat Katolik dalam beribadah, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Baca Juga:Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus, Sebut Demi Menjaga Integritas InstitusiWali Kota Bandung Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisi Masih Dipantau Tim Medis
Peresmian dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama RI Suparman, Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat Wahyu Wijaya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bandung Barat Unang Abidin Syafiudin, serta General Manager Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali
Direktur Jenderal Bimas Katolik Kementerian Agama RI Suparman mengapresiasi rampungnya pembangunan Gereja Katolik Santo Benediktus Bandung Barat. Menurutnya, kehadiran rumah ibadah tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menjamin hak setiap warga negara untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Gereja bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Suparman berharap Gereja Santo Benediktus dapat berkembang menjadi pusat pelayanan yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
“Semangat gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk membangun persatuan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Uskup Bandung Antonius Subianto Bunjamin mengatakan kehadiran Gereja Katolik Santo Benediktus di Bandung Barat diharapkan menjadi contoh dalam pemenuhan kebutuhan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama.
“Mudah-mudahan wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung Barat, menjadi percontohan. Bahwa rumah ibadah ini bukan suatu pemberian, tetapi merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi,” ujarnya.
Baca Juga:Lantik Sekda Baru, Bupati Cecep: Ayo Berlari Bangun Tasikmalaya, Jaga Integritas!Raih 5 Medali, Kontingen O2SN SMP Kabupaten Tasikmalaya Masuk 3 Besar Jawa Barat
Antonius menjelaskan perjalanan pembangunan gereja diawali dengan peletakan batu pertama pada 22 Januari 2024. Selanjutnya pembangunan fisik dimulai pada Mei 2024 hingga akhirnya rampung dan siap digunakan pada tahun ini.
