Jabar Ekspres – Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan mendorong penguatan penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Terutama daerah yang terdampak kekeringan air buntut kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa 31,60 persen luas daratan Indonesia sudah masuk musim kemarau pada Juni 2026. Kemudian puncak musim kemarau pada 2026 akan terjadi pada Agustus. Itu mencakup 48,84 persen luas daratan Indonesia.
Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa durasi musim kemarau tahun ini bakal lebih panjang dari kondisi normalnya. Itu mencakup 48,77 persen luas daratan Indonesia.
Baca Juga:Bentuk Karakter Anak Lewat Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Football Clinic bersama Coach Indra SjafriDugaan Salah Diagnosis, Ray Martosono Akan Gugat RS Borromeus Bandung
Dampak musim kemarau itu kian nampak di Jawa Barat. Sejumlah daerah juga mulai krisis air. Seperti yang terjadi di Cimalaka Kabupaten Sumedang. Termasuk kekeringan yang mulai meluas di Kabupaten Bogor.
Termasuk beberapa sungai yang mulai mengering. Seperti Anak Sungai Citarum di Kampung Sukarame, Rancaekek Kabupaten Bandung.
Berkaitan dengan itu Tedy Rusmawan menuturkan bahwa sudah semestinya ancaman kekeringan ini bisa menjadi perhatian serius Pemprov Jawa Barat. Di 2026 ini kemarau diprediksi lebih panjang. Tentu berisiko terhadap suplay air bersih bagi masyarakat.
“Sekarang sudah berlangsung ya kemarau, dinas terkait perlu sigap memonitor simpul – simpul kekeringan di masyarakat,” cetusnya, Minggu (19/7).
Politikus PKS itu melanjutkan, kanal aduan bisa dibuka untuk memudahkan menampung informasi masyarakat. Kemudian jika terjadi kekeringan, dinas bisa langsung bergerak melakukan penanganan. Misalnya suplay air bersih ke masyarakat. “Kordinasi juga dengan BPD kota kabupaten, itu untuk percepatan penanganan krisis air,” jelasnya.
Tedy melanjutkan, kemarau panjang ini bukan hanya soal potensi krisis air di permukiman padat penduduk. Tapi juga kaitannya dengan kucuran air kepada sejumlah lahan pertanian di Jawa Barat.
“Ini juga perlu diperhatikan. jangan sampai daerah lumbung-lumbung padi kering. Sehingga nanti bisa gagal panen,” singgungnya.(son)
