JABAR EKSPRES – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar resmi menggandeng perusahaan teknologi asal Korea Selatan, WE Plate Co., Ltd., untuk menekan angka kehilangan air bersih di wilayah Kota Banjar.
Kerja sama yang difasilitasi oleh PT Supra Internasional Indonesia ini ditandai dengan hibah investasi senilai sekitar Rp15 miliar yang ditujukan untuk modernisasi sistem pendeteksi kebocoran jaringan distribusi.
Penandatanganan kerja sama Senin (3/8) ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Banjar dalam mengatasi permasalahan klasik perpipaan yang selama ini mengakibatkan tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau air tidak bertagih.
Baca Juga:Wali Kota Lantik Pengurus KORMI Banjar Periode 2026-2031, Sulyanati Pimpin Organisasi Olahraga MasyarakatKecelakaan Tunggal di Jalan Banjaran-Soreang Pikap Boks Tabrak Tiga Ruko, Polisi Pastikan Tak Ada Korban
Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, menyampaikan bahwa teknologi mutakhir dari Korea Selatan ini akan terintegrasi langsung dengan sistem distribusi air bersih, memungkinkan petugas untuk mendeteksi lokasi kebocoran secara lebih cepat dan akurat tanpa harus melakukan penggalian besar-besaran yang memakan waktu.
“Kehadiran teknologi ini merupakan terobosan yang sangat berarti bagi pengelolaan air bersih di Kota Banjar. Kami berharap tingkat kebocoran yang masih tinggi saat ini bisa terus ditekan. Ini merupakan kerja sama pertama di Indonesia dengan perusahaan Korea untuk teknologi pendeteksi kebocoran seperti ini,” ujar Sudarsono.
Saat ini, tingkat kebocoran jaringan Perumda Tirta Anom masih berada di angka 40 persen, angka yang dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan standar nasional yang ditetapkan pada kisaran 25 persen. Melalui penerapan teknologi pendeteksi titik kebocoran ini, Perumda Tirta Anom menargetkan penurunan signifikan hingga mencapai 20 persen dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pemberian hibah teknologi. Perumda Tirta Anom dan WE Plate Co., Ltd. juga sepakat menerapkan skema bagi hasil dari efisiensi yang diperoleh akibat penurunan kebocoran air. Dalam skema tersebut, Perumda Tirta Anom akan mendapatkan porsi sebesar 70 persen dari keuntungan efisiensi, sementara 30 persen sisanya menjadi hak perusahaan Korea sebagai pemilik teknologi.
Direktur Perumda Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, menjelaskan bahwa percepatan penerapan teknologi ini dinilai krusial mengingat Kota Banjar saat ini tengah dilanda musim kemarau yang mengakibatkan debit air baku menyusut. Setiap tetes air yang dapat diselamatkan dari kebocoran akan sangat berdampak pada kelangsungan layanan kepada ribuan pelanggan.
