JABAR EKSPRES – Pihak Pengelola Gedung Padel Six Nine buka suara terkait polemik penebangan pohon di Cihapit. Pihaknya mengaku kurang tahu persis terkait pohon yang ditebang di depan tempatnya itu.
Pengelola Harian Gedung Fajar menceritakan, ia juga kurang tau persis terkait pohon yang tepat di depan gedung tersebut. “Kami di sini hanya pelaksana operasional harian. Jadi mungkin bisa dikonfirmasi ke pihak yang lebih tahu aja,” katanya, Senin (3/8).
Itu diungkapkan Fajar di sela menemui aparat yang berjaga di lokasi, aparat kepolisian disiagakan merespon informasi akan adanya aksi demo dari sejumlah warga di lokasi terkait pohon yang ditebang. Namun pengamanan juga tak berlangsung lama. Sampai sebelum Dzuhur, aparat juga sudah meninggalkan lokasi.
Baca Juga:Memahami Posisi Bupati dalam Kasus PT Bandung Daya SentosaPolresta Bandung Musnahkan 1.589 Knalpot Brong, Hasil Razia 10 Hari
Fajar melanjutkan, sebagai pelaksana harian ia hanya diberi tugas untuk mengelola operasional tempat. Misalnya melayani tamu yang datang ke lapangan Padel ataupun resto. “Terkait aktivitas di luar venue, kami sama sekali tidak diberitahu, tidak ada informasi apa pun,” imbuhnya.
Fajar menuturkan Gedung Padel sekaligus resto di tempat itu sebenarnya juga belum resmi buka, kegiatan yang ada baru uji coba.
“Pokoknya kami operasi mulai tanggal 20 Juni aja, Pak. Nah, penebangan pohonnya kapan kami kurang paham juga, ” sebutnya.
Selain itu, Fajar juga menuturkan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan surat resmi pemanggilan dari pihak satpol PP. Namun ia akan kooperatif jika memang ada panggilan.
“Sampai saat ini saya belum dapat surat resminya. Mungkin saya juga enggak tahu apakah itu mungkin langsung ke pihak manajemen. Kami ikutin prosedur yang berlaku aja,” sambungnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan geram saat meninjau lokasi penebangan sejumlah pohon di pinggir jalan, tepat di samping Lapangan Padel Cihapit, Jumat (31/7/2026).
Farhan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat penebangan sekitar 10 pohon. Area tersebut kini telah dipasangi garis pembatas untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga:Rayakan Hari Anak, Mayapada Hospital Bandung Kenalkan Inovasi Layanan Pediatric CenterJNE Raih IWEB Logistics Innovation Award 2026, Perkuat Inovasi Digital untuk Dukung UMKM dan Ekonomi Nasional
Saat berada di lokasi, Farhan mendengar suara tawa dari arah bangunan yang digunakan sebagai lapangan padel. Hal itu memicu kemarahannya.
“Jangan ketawa lo. Gua serius. Gua segel ini tempat. Begitu terbukti bayar orang buat tebang pohon, gua segel,” teriaknya.(son)
