JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak dengan membentuk serta mengaktifkan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) hingga tingkat desa dan kelurahan.
Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menjadi perhatian serius di Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengatakan penguatan Satgas PPA bertujuan mempercepat deteksi, pengaduan, hingga penanganan korban di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Baca Juga:Usai Musda Kota Bogor dan KBB, Golkar Jabar Bidik Penguatan Organisasi di Seluruh DaerahPemkab Bogor Targetkan Perbaiki 13 Ribu Rumah Tak Layak Huni Sepanjang 2026
“Kasus ini memang menjadi perhatian publik. Karena itu kami memperkuat sistem perlindungan dari tingkat paling bawah dengan membentuk Satgas PPA di desa-desa dan kelurahan untuk mempercepat deteksi, pengaduan, dan penanganan korban,” ujar Sussy, Senin (3/8).
Menurutnya, kekerasan seksual tidak hanya berimplikasi pada proses hukum, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang bagi korban, mulai dari trauma psikologis hingga terganggunya kehidupan sosial.
Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan, DP3AP2KB telah membentuk Satgas PPA di tingkat kabupaten, gugus PPA di setiap kecamatan, serta Satgas PPA di desa dan kelurahan.
Kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaporan kasus sekaligus memastikan korban segera memperoleh pendampingan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengoptimalkan layanan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak yang tersebar di wilayah Bogor bagian tengah, timur, dan barat agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan pengaduan.
“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses pengaduan yang mudah, sehingga kasus kekerasan dapat ditangani secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya memperkuat penanganan kasus, DP3AP2KB juga mengedepankan langkah pencegahan melalui berbagai program edukasi, seperti Podcast Bengkel Hati Remaja, Sekolah Pra Nikah, dan Rumah Keluarga Merah Putih.
Baca Juga:Pedagang CFD Tegar Beriman Kompak Berkebaya dan Berpangsi, Bupati Bogor: Saatnya Kembalikan Marwah Orang SundaPemkot Bogor Kaji Hidupkan Lagi CFD, Warga Usul Tetap Digelar di Jalan Sudirman
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan sejak dari lingkungan keluarga.
