Wisatatawan Asing Serbu Floating Market Lembang, Pamor Batu Akik Kembali Melejit!

Wisatatawan Asing Serbu Floating Market Lembang, Pamor Batu Akik Kembali Melejit!
Pasar Apung Floating Market Lembang dipadati wisatawan lokal maupun mancanegara selama libur panjang sekolah (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Momentum libur panjang sekolah membawa angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan wisata Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tingginya kunjungan wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga membangkitkan kembali pasar batu akik yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah gempuran produk modern dan cenderamata kekinian, batu akik justru kembali menemukan pasarnya. Menariknya, minat terbesar datang dari wisatawan mancanegara yang menjadikan batu khas Indonesia sebagai buah tangan bernilai seni sekaligus memiliki cerita di balik keunikannya.

Pengusaha UMKM Kopi Lembang Sawarga sekaligus penjual aksesori batu akik, Sujud Pribadi, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan selama libur sekolah berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan. Selain menikmati berbagai wahana wisata, para pengunjung juga banyak berburu oleh-oleh dan suvenir khas daerah.

Baca Juga:Plafon Kredit Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun, Ara: Antusiasme Masyarakat Sangat TinggiBBM B50 Bisa Bantu Rupiah dan Neraca Perdagangan Tanpa Bebani APBN, Benarkah?

Alhamdulillah selama libur panjang sekolah ini wisatawan ramai sekali. Tidak hanya bermain wahana, tapi juga membeli oleh-oleh dan cenderamata. Omzet meningkat lebih dari 50 persen, khususnya dari penjualan batu akik,” kata Sujud saat ditemui di lokasi, Senin (6/7/2026).

Menurut Sujud, pembeli batu akik tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga didominasi wisatawan asing. Malaysia, Singapura, India, Pakistan hingga Brunei Darussalam menjadi negara asal wisatawan yang paling sering berburu koleksi batu akik Indonesia.

Salah satu jenis batu yang paling banyak diminati ialah Batu Bacan. Batu asal Indonesia tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan batu mulia lainnya karena mampu mengalami perubahan warna secara alami seiring waktu. Struktur porinya memungkinkan batu menyerap mineral dan kelembapan, sehingga warna batu semakin tajam, jernih, dan berkilau.

Bagi Sujud, aktivitas menjual batu akik tidak sekadar berorientasi pada keuntungan. Ia juga menjadikan setiap transaksi sebagai sarana memperkenalkan kekayaan sumber daya mineral Indonesia kepada wisatawan dari berbagai negara.

“Saya ingin wisatawan tahu kalau Indonesia punya ratusan jenis batu akik yang sangat istimewa. Mudah-mudahan peminatnya terus bertambah karena pecinta batu akik itu tidak pernah benar-benar hilang,” ujarnya.

0 Komentar